Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dishub Surakarta Memprediksi 2 Juta Kendaraan Bakal Masuk Kota Solo

Damianus Bram • Jumat, 8 April 2022 | 01:30 WIB
SIAP SIAGA: Suasana Terminal Tirtonadi  Kota Surakarta jelang mudik lebaran 2022. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SIAP SIAGA: Suasana Terminal Tirtonadi Kota Surakarta jelang mudik lebaran 2022. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Sepuluh persen dari total pemudik di Jawa Tengah diprediksi bakal masuk Kota Bengawan saat Lebaran tahun ini. Kepadatan lalu lintas bakal mendekati pada Lebaran 2019 lalu atau sebelum pandemi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan guna menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2022. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pada Lebaran kali ini 21 juta kendaraan diprediksi masuk Jawa Tengah. Dishub memperkirakan 10 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 2 juta kendaraan akan masuk ke Kota Bengawan.

"Dari 21 juta ini yang masuk Solo diprediksi sekitar 10 persennya. Memang tidak banyak tapi perlu diantisipasi," kata dia, Kamis (7/4).

Jumlah tersebut diperkirakan mendekati kepadatan lalu lintas pada masa angkutan Lebaran sebelum pandemi, pada 2019 lalu. Namun mengingat adanya larangan mudik dalam dua Lebaran terakhir, kepadatan lalin Lebaran masih berpotensi bertambah seiring dengan pelonggaran aturan perjalanan dan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Angka ini kemungkinan hampir sama dengan jumlah pemudik sebelum terjadi pandemi mengingat sudah dua tahun masyarakat dilarang mudik sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19. Karena ini lebih longgar mungkin akan meningkat," Hemat Hari.

Berdasarkan data kepadatan lalu lintas pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2019, Dishub Surakarta mencatat ada 7,2 juta kendaraan melintas di Solo. Jumlah tersebut sempat mengalami penurunan pada Lebaran 2020 dengan 3,9 juta kendaraan yang melintas pada periodik kala itu.

Jumlah ini juga turun pada Lebaran 2021 karena pada saat itu tercatat 3,7 juta kendaraan melintas pada H-7 hingga H+7. Kemungkinan mudik tahun ini hampir sama dengan periode mudik sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Menimbang kemungkinan tersebut, dishub bakal menyiapkan pos mudik Lebaran sebagai sarana prasarana penunjang pengawasan dan kemananan angkutan mudik Lebaran tahun ini. Meski demikian, jumlah posko yang akan disiagakan masih belum sebanyak pada masa angkutan Lebaran normal (sebelun pandemi, Red).

"Mungkin jumlah posko yang didirikan tahun ini lebih sedikit dibandingkan periode mudik dua tahun lalu. Kalau normal Lebaran ada lima sampai enam  posko. Tahun ini kami masih mematangkan. Yang sudah pasti baru satu posko di kawasan Jurug (Taman Satwa Taru Jurug). Lokasi lain masih kami survei," terang Hari.

Untuk memaksimalkan pengawasan, dishub bakal memanfaatkan sarana prasarana penunjang transportasi di Solo mulai dari melakukan intervensi APILL, pencatatan kepadatan lalu lintasberbasis digital, mengurai kepadatan via CCRoom maupun melalui penerjunan petugas secara langsung. Kemudian sosialisasi pada pengguna jalan untuk mencari rute alternatif jika terjadi kepasatan di suatu titik.

"Kami sudah memiliki lebih dari 155 CCTV yang terpasang di 86 titik berbeda. Selain itu smart APILL juga sudah bisa menganalisis potensi kemacetan. Personel dishub juga siap diterjunkan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran ini. Untuk lokasi rawan kepadatan biasanya di objek wisata, pusat belanja, dan kawasan bisnis (centra business district)," kata Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Dishub Surakarta #persiapan mudik #Mudik Lebaran 2022 #arus mudik lebaran