Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pemudik Diprediksi Meningkat, Pengelola Angkutan Umum Diminta Bersiap-siap

Damianus Bram • Jumat, 8 April 2022 | 13:45 WIB
ANTISIPASI MUDIK: Geliat masyarakat untuk mudik Lebaran mulai terlihat di Stasiun Solo Balapan dengan banyaknya animo masyarakat pesan tiket Lebaran. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
ANTISIPASI MUDIK: Geliat masyarakat untuk mudik Lebaran mulai terlihat di Stasiun Solo Balapan dengan banyaknya animo masyarakat pesan tiket Lebaran. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Masyarakat yang akan menjalani mudik diprediksi akan meningkat signifikan dalam lebaran tahun ini. Untuk itu, para pengelola angkutan umum harus mempersiapkan diri. Hal ini diungkapkan anggota Komisi V DPR RI Sadewo saat melakukan kungker di Stasiun Balapan Solo, Kamis (7/4) kemarin.

Anggota Komisi V DPR RI Sadewo mengatakan, dari hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tahun ini jumlah pemudik diprediksi antara 80 juta sampai 90 juta orang. Sebanyak 50 juta orang menggunakan kendaran pribadi dan bus, dan 9 juta menggunakan kereta api, sedangkan 8 juta memilih mudik lewat jalur udara.

"Paling banyak tujuannya ke Jateng ya, kemudian Jatim, dan ketiga Jabar. Nah yang ke Jateng ini, tujuan paling banyak ke Solo dan sekitarnya. Hampir 40 persen. Untuk itu kami lihat persiapannya," ujar Sadewo, kemarin

Dari kunjungan kemarin, ada beberapa catatan yang diberikan legislator kepada pihak KAI, khususnya Daop 6 Jogjakarta. Penyedia jasa layanan kereta api diminta menambah armada mereka.

"Karena melihat animo masyarakat yang tinggi, jumlah (KA) harus ditambah sesuai kebutuhan. Itu harus dilakukan KAI maupun kementerian," papar Sadewo.

Sadewo juga menekankan agar Lebaran ini harus berjalan lancar, namun jangan sampai menjadi klaster penyebaran Covid 19. Semua penumpang harus  sehat baik saat Lebaran maupun pascalebaran.

"Jadi nanti pascalebaran jangan ada peningkatan kasus korona. Karena itu penting bagi KAI  itu mempersiapkan diri dalam rangka pengecekan booster maupun antigen. Betul-betul dijalankan, kemudian penerapan prokes harus dipantau," katanya.

Disinggung faktor penyebab prediksi meledaknya pemudik, Sadewo menuturkan, ada dua faktor. Pertama karena dua tahun lalu, dikeluarkan kebijakan larangan mudik. Sehingga secara psikologis masyarakat sangat merindukan berkumpul dengan keluarga dalam merayakan Idul Fitri.

"Kemudian kedua kondisi ekonomi masyarakat sudah cukup meningkat, jadi ada dana untuk mudik. Dua faktor utama ini membuat jumlah pemudik naik," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Eksekutif Vice Presiden Daop VI Jogjakarta Iwan Eka Putra menuturkan, pihaknya telah menyusun skema operasi angkutan Lebaran, di mana operasi ini akan mulai dilaksanakan pada 22 April hingga 13 Mei mendatang.

"Terkait penambahan kereta dengan rencana operasi yang sudah ada untuk angkutan Lebaran 2022, daop 6 menyiapkan 18 kereta reguler dan lima kereta tambahan. Kalau untuk penambahan di luar rencana itu nanti keputusan ada di KAI, dan melihat situasi dilapangan serta sarpras kita juga," urai Iwan.

Animo pembelian tiket KA jarak jauh, dari 280 ribu tiket yang sudah di-launching, hingga pekan ini sudah terjual 85 ribu tiket. Dari pengalaman sebelumnya, pembelian tiket meningkat saat masuk puasa pekan ketiga. "Paling banyak saat ini sudah beli tiket PP (pulang-pergi) ya," ujar Iwan.

Daop 6 juga siap menjalankan edaran Satgas Covid-19 terkait aturan pelaksanaan mudik tahun ini, terutama syarat perjalanan bagi pemudik. "Kami membuka gerai antigen disemua stasiun yang ada di wilayah daop 6 dengan menggandeng pihak ketiga  dengan tarif khusus Rp 35 ribu untuk yang punya kode booking tiket," ujarnya. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#stasiun balapan solo #Anggota Komisi V DPR RI Sadewo #Pemudik Diprediksi Meningka #pt kai daop vi jogjakarta #Mudik Lebaran 2022