Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, dalam sehari ada 2.000 orang tervaksinasi dengan melalui program vaksinasi yang digelar siang-malam hari. "Vaksinasi malam progresnya lumayan, menurut saya efektif. Capaian vaksinasi booster sudah kami tambah. Saat ini di angka 43 persen," paparnya, Senin (11/4).
DKK tak menampik perihal tingginya minat masyarakat untuk vaksinasi dipengaruhi syarat mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat. Oleh sebab itu pihaknya berusaha memaksimalkan momen itu untuk jemput bola. Saat ini sejumlah vaksinator yang memungkinkan untuk terjun ke wilayah sasaran diupayakan untuk jemput bola dengan masuk ke RT-RW yang capaian vaksinasinya rendah.
"Upaya jemput bola sudah kami lakukan sejak Maret. Ini kami maksimalkan lagi seperti kemarin di rusun atau ke wilayah-wilayah lain. Kami sudah punya data yang juga kami sampaikan ke wilayah untuk memobilisasi warganya agar segera vaksinasi, kita maksimalkan disana melalui jejaring kader kesehatan," papar wanita yang akrab disapa Ning itu.
Sementara itu Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menilai vaksinasi malam hari maupun jemput bola itu memang hal yang positif. Ini bisa memaksimalkan capaian vaksinasi dan mempercepat kekebalan kolektif warga di Kota Bengawan. Oleh sebab itu pihaknya bakal menambah lokasi vaksinasi malam maupun reguler jika memungkinkan.
"Sentra vaksinasi tetap jalan. Vaksinasi malam hari juga tetap jalan. Kalau perlu nanti kami tambah titik-titik vaksinasinya," ujar Wali Kota. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram