Sekadar informasi, belum lama ini akun media sosial Instagram @gibran_rakabuming membuka survey online terkait pembukaan kembali Solo CFD. Hasilnya 94 persen warga mendukung upaya itu, sementara 6 persen sisanya memilih tidak setuju. "Yang bikin admin, 90 persen lebih warga mau CFD dibuka kembali," ucapnya, kemarin (20/3).
Kendati demikian, dia meminta masyarakat bisa sedikit bersabar karena pihaknya baru akan membuka kembali CFD pasca Lebaran tahun ini. Itu dilakukan dengan menimbang berbagai hal mulai dari ketidaktepatan jika dibuka saat ini karena masih bulan puasa dan berbagai hal lainnya terkait regulasi dan penanganan pandemi Covid-19. "Setelah Lebaran ya, CFD ra ono sego liwet yo sepi," gurau Gibran.
Adanya kabar baik itu mendapat dukungan penuh dari warga Kota Bengawan, khususnya dari barisan pedagang yang biasa menggelar lapak dagangan setiap Minggu pagi itu. Saat ini pedagang mulai ancang-ancang untuk mencari informasi terkait pelaksanaan hingga lokasi penempatan pasca dua tahun absen gegara pandemi Covid-19.
"Sudah mulai koordinasi sama ketua paguyubannya. Kan masing-masing blok ada paguyuban dan pengurusnya. Kalau sebelum pandemi jualan pakaian di depan Sriwedari, semoga tempatnya masih sama," ucap Chrysna, 28, salah seorang pedagang CFD.
Kabar baik itu juga memberikan angin segar pada masyarakat lainnya, bahkan bagi mereka yang belum terdaftar sebagai pedagang CFD. Mereka mulai mencari informasi tentang peluang bisa ikut meramaikan gelaran CFD pasca dua tahun dinonaktifkan itu.
"Tanya-tanya dulu kemarin sama teman, apa di bloknya masih ada sisa tempat? Siapa pengurusnya? Dan bagaimana caranya biar bisa ikut meramaikan," ucap pedagang lainnya, Ariawan, 37. (ves/nik) Editor : Damianus Bram