Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BPKAD Surakarta Kerek PAD: Nilai Investasi Solo Technopark Tembus Rp 137 M

Damianus Bram • Rabu, 27 April 2022 | 23:12 WIB
BERPOTENSI BESAR: Kepala BPKAD Kota Surakarta Budi Murtono (tengah) bersama manajemen Solo Technopark, Selasa (19/4). Mereka memastikan creative hub di Solo Technopark berfungsi optimal untuk mendongkrak pendapatan asli daerah. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BERPOTENSI BESAR: Kepala BPKAD Kota Surakarta Budi Murtono (tengah) bersama manajemen Solo Technopark, Selasa (19/4). Mereka memastikan creative hub di Solo Technopark berfungsi optimal untuk mendongkrak pendapatan asli daerah. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Pengelolaan aset dan kerja sama yang diwujudkan lewat creative hub di Solo Technopark (STP) diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surakarta.

Memastikan creative hub di STP optimal, jajaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surakarta melakukan peninjauan, Selasa (19/4).

Kepala BPKAD Kota Surakarta Budi Murtono mengatakan, tinjauan tersebut bertujuan menimbang potensi STP sebagai salah satu aset Pemkot Surakarta yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena saat ini Pemerintah Kota Surakarta sedang mengembangkan pendayagunaan aset daerah melalui kerjasama pemanfaatan aset daerah guna meningkatkan PAD Kota Surakarta.

“Pemerintah Kota Solo tidak dapat terus menerus menggantungkan pendapatan daerah dari Dana Transfer Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jateng, sehingga harus dicari alternatif-alternatif sumber PAD, salah satunya melalui pemanfaatan aset daerah yang masih idle,” ujarnya.

Realisasi PAD Hasil Pemanfaatan Kekayaan Daerah
















































No Tahun Jumlah % thd PAD % thd TPD
1 2016 Rp.   1.350.406.329,00 0,32% 0,08%
2 2017 Rp.      835.216.000,00 0,16% 0,05%
3 2018 Rp.   1.081.807.508,00 0,20% 0,06%
4 2019 Rp.   1.041.987.379,00 0,19% 0,05%
5 2020 Rp.   1.212.106.140,00 0,25% 0,07%

Secara umum, pemanfaatan STP sebagai creative hub sudah cukup baik. Mengingat banyak investor yang terlibat di dalamnya. "Kami ingin memaksimalkan aset daerah. Salah satunya di STP yang sudah dimanfaatkan. Kami memiliki mekanisme sewa, hibah, bangun guna serah dan sebagainya untuk bisa dikelola oleh pihak ketiga. STP bisa jadi pusat pengembangan teknologi dan bisnis, makanya kami dorong agar makin banyak investor yang masuk," urainya.

Pemanfaatan BMD































NO URAIAN KETERANGAN
1 Bentuk Pemanfaatan (1) Sewa;(2) Pinjam Pakai;(3) Kerja Sama Pemanfaatan (KSP);(4) Bangun Guna Serah (BGS) atau Bangun Serah Guna (BSG); dan(5) Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).
2 Mitra pemanfaatan (1) penyewa, untuk pemanfaatan BMDdalam bentuk Sewa; (2) peminjam pakai, untuk pemanfaatan BMDdalam bentuk Pinjam Pakai; (3) mitra KSP, untuk pemanfaatan BMDdalam bentuk KSP; (4) mitra BGS/BSG, untuk pemanfaatan BMD dalam bentuk BGS/BSG; dan (5) mitra KSPI, untuk pemanfaatan BMDdalam bentuk KSPI.
3 Objek Pemanfaatan (1) Tanah dan/ atau bangunan; atau

(2) Selain tanah dan/ atau bangunan
4 Pemilihan dan Penetapan Mitra Pemanfaatan (1) Tender; (2) Seleksi langsung; (3) Penunjukan langsung

Menimbang masterplan pembangunan STP, BPKAD Surakarta menilai progres pembangunan mencapai 60 persen. “Tinggal mematangkan pemanfaatannya dengan membuka kesempatan investasi pada pihak lain. Untuk sementara ini, pemanfaatannya sudah baik, mungkin ke depan perlu ada kajian lagi untuk nilai sewanya, karena sementara ini masih terbilang murah sebagai tahap promosi. Pemanfataan STP secara maksimal dengan pola investasi akan memberi banyak manfaat untuk Kota Solo, salah satunya mendongkrak PAD,” ungkap Budi.

Direktur STP Yudit Cahyantoro mengatakan, pemanfatan STP sebagai creative hub bakal menambah nilai investasi yang cukup signifikan. Saat ini, tercatat sedikitnya 23 mitra dengan nilai investasi setara Rp 137 miliar, dan cukup memungkinkan dimaksimalkan di masa mendatang. “Investasi dalam kawasan ini nilainya tidak dibatasi, jadi masih bisa dioptimalkan,” jelas dia.

Optimisme pemanfaatan STP di masa mendatang bukan sekadar harapan kosong. Mengingat ketersediaan lahan cukup besar dan adanya sejumlah klaster yang masih bisa digarap.

Penggarapan STP sebagai creative hub di Kota Solo bisa menjadi daya tarik menggandeng investor. "Pembangunan creative hub di STP dimulai 2017 dan rampung 2019. Tahun 2021 mulai dilakukan pemanfatan dengan masuknya 23 mitra dengan nilai investasi Rp 137 miliar. Di sini ada tiga klaster, yakni manufaktur, teknopreneur, dan industri kreatif. Dua klaster sudah berjalan sejak 2021. Tinggal tunggu waktu untuk menjalankan klaster ketiga di 2023," pungkas Yudit. (ves/wa) Editor : Damianus Bram
#STP #solo technopark #BPKAD Surakarta #Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah #Pembangunan STP