Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki mengatakan, ada perubahan rencana penataan kawasan Manahan, khususnya terkait pembangunan selter pedagang. Sebelumnya selter Manahan berbentuk leter L dengan sebagian berada di Jalan KS Tubun dan sebagian lainnya di Jalan Menteri Supeno. Konsep yang baru ini selter pedagang seluruhnya ditempatkan di Jalan KS Tubun.
“Selter pedagang yang baru ini tampilannya bakal jauh berbeda dengan saat ini. Di bagian depan selter akan dilengkapi dengan parkir motor dengan lebar 5 meter. Kemudian setelah tempat parkir ada pedesterian selebar 5 meter dengan jogging track,” ujar dia.
Kemudian di belakang pedestrian ada deretan selter dengan ukuran 3x2 meter. Dan bagian yang paling belakang ada ruang kosong selebar 5 meter untuk menata meja kursi atau area foodcourt.
"Jadi pagar antara selter dan kawasan Stadion itu mundur sekitar 5 meter. Dilihat dari desainnya ini lebih modern dan akan tampak selaras dengan konsep pusat olahraganya," kata Nur Basuki.
Penataan kawasan selanjutnya bakal fokus pada penataan pedesterian yang juga dilengkapi jogging track di Jalan Menteri Supeno. Lebar pedesterian yang sebelumnya dipakai untuk selter itu steril dari pedagang.
"Ukuran pedestrian di Jalan Menteri Supeno ini nanti sekitar 5 meteran (sama seperti ukuran pedesterian di barat pintu utara Stadion Manahan). Pedestrian yang berlebih nanti akan dikepras untuk pelebaran jalan,” ujarnya.
Anggaran untuk penataan kawasan sekaligus pembangunan selter baru itu mencapai Rp 15 miliar. Lelang pekerjaan akan dilakukam usai Lebaran dan akan langsung digarap pada awal Juni.
"Pekerjaan enam bulan, akhir tahun selesai dan bisa ditempati oleh pedagang maupun untuk olahraga masyarakat (jogging track)," beber Nur Basuki.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan, penataan pedagang selter Manahan akan dilakukan pasca lebaran. Pemkot meminta pedagang tidak khawatir karena seluruh pedagang aktif akan difasilitasi untuk kembali ke lokasi dagang baru pasca pembangunan shelter baru rampung.
"Pedagang selter Manahan yang kami kunci datanya ada 132 pedagang. Baik nanti KTP-nya dalam atau luar Solo. Kalau mereka aktif tetap akan difasilitasi. Batas akhir pengosongan nanti 10 Mei. Mereka kembali setelah pembangunan selter rampung," papar Heru.
Saat ini ratusan pedagang selter setempat mulai bersiap pindah mengingat batasan waktu yang telah disepakati. Pedagang mulai mencari lokasi baru sementara selama pembangunan berlangsung.
"Pindahnya setengah tahun dulu, kalau sudah selesai boleh masuk. Sepertinya maksimal 11 Mei harus kosong, soalnya batas pindah 10 Mei nanti," kata salah seorang pedagang shelter, Surati.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka meminta pedagang tidak khawatir karena kawasan Manahan akan dilengkapi selter untuk pedagang. Sepanjang Jalan KS Tubun tetap dipertahan untuk jualan pedagang, sedangkan Jalan Menteri Supeno jadi jogging track dan bebas PKL.
“Area selter akan diperluas agar bisa menampung semua PKL shelter. Nanti kami sediakan meja makan di belakang lapak. Lokasinya di antara pagar besi Stadion Manahan dan lapak pedagang," tutur Gibran. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram