Rencananya, program konversi akan efektif beroperasi mulai Juni tahun ini. Sekaligus dilakukan penambahan daya secara gratis. Tarifnya tetap, lantaran disubsidi pemerintah.
"Kelompok masyarakat ini umumnya berdaya 450 dan 900 watt. Nah, nanti mereka akan dinaikkan daya ke 2.200 watt. Tarifnya tidak naik karena ini program pilot project," ungkap Manajer PLN UP3 Surakarta Joko Hadi Widayat usai penandatanganan kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) terkait pelaksanaan pilot project pengalihan energi berbasis impor menjadi domestik, kemarin.
Ribuan peserta pilot project ini berasal dari 16 kelurahan di Kota Bengawan. Joko menyebut pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (Disperum KPP) Kota Surakarta. Untuk validasi lokasi kelompok penerima manfaat yang sudah disahkan melalui surat keputusan (SK) dinas terkait.
"Dengan Kota Solo ditunjuk sebagai pilot project, artinya kami lebih ekstra menjaga keandalan listrik. Ditambah ada dukungan dari Pemkot Surakarta. Terlebih peserta program ini berbasis DTKS, pelanggan subsidi. Harapannya, mereka bisa beralih dari kompor gas ke kompor induksi," jelasnya.
Pemerintah memasang target sebanyak 8,25 juta penduduk Indonesia sudah terkonversi dari kompor gas ke kompor induksi pada 2025. Selain Solo, kawasan Bali selatan juga ditunjuk sebagai kota pilot project progran ini.
Khusus di Kota Bengawan, beberapa pelanggan segmen tertentu sudah mulai beralih memakai kompor induksi. Terlihat dari tingginya animo masyarakat memanfaatkan promo insentif tambah daya hanya dengan pembelian kompor induksi.
“Sudah setahun ini banyak pelanggan di UP3 Surakarta yang beranjak pakai induksi. Bagi kelompok masyarakat tertentu, penggunaan induksi dianggap sebagai lifestyle. Kami mencatat saat ini sebanyak 856 ribu pelanggan UP3 Surakarta, all segmen. Pelanggan rumah tangga sebesar 98 persen. Rata-rata pelanggan subsidi," beber Manajer Pemasaran Pelanggan PLN UP3 Surakarta Irfan Affandy.
Sedangkan pelanggan yang sudah konversi ke kompor induksi, dari hasil promo insentif tambah daya, sebanyak 1.570 pelanggan dari target sebanyak 5.140 pelanggan. Irfan berharap masifnya pembelian kompor induksi mampu mengubah lifestyle pelanggan di Kota Solo.
"Tahun ini, dari PLN pusat sudah memberikan target tertentu. Fokusnya lebih ke pemasaran insentif tambah daya dengan pembelian kompor induksi sebanyak 5 ribu buah," sambungnya.
Sementara itu, kerja sama dengan UNS akan dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNS. Beberapa dosen kepakaran yang relevan dengan transisi energi siap dikerahkan untuk menyukseskan program pilot project ini. Mulai dari kajian sampai riset yang berkaitan dengan program transisi energi ini.
"Saya berharap dengan kerja sama ini baik UNS dan PLN mampu memberikan berkontribusi dan kinerja yang semakin nyata. Dalam menyukseskan kualitas riset perguruan tinggi. Untuk mendukung program transisi energi di Indonesia," pungkas Rektor UNS, Jamal Wiwoho. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram