Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ribuan Penari Ikut Memeriahkan Ajang Solo Menari 24 Jam di ISI Surakarta

Damianus Bram • Sabtu, 30 April 2022 | 03:24 WIB
BERSEMANGAT: Tari Amita Lembu Abipraya yang disuguhkan oleh seniman asal Boyolali di Pendopo Ageng GPH Joyokusumo, ISI Surakarta, Jumat (29/4). (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
BERSEMANGAT: Tari Amita Lembu Abipraya yang disuguhkan oleh seniman asal Boyolali di Pendopo Ageng GPH Joyokusumo, ISI Surakarta, Jumat (29/4). (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
SOLO – Setelah dua tahun vakum, peringatan Hari Tari Dunia (HTD) di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali digelar secara luring dan daring, Jumat (29/4). Sebanyak 1.500 seniman tari dari Solo dan berbagai daerah Jawa ikut meramaikan ajang Solo Menari 24 jam dengan menyajikan berbagai ragam tari.

Ketua Panitia Hari Tari Dunia ISI Solo, Dwi Wahyudiarto mengatakan, perayaan HTD kali ini mengusung tema “Menari Membingkas Renyap”. Tema tersebut dipilih bukan tanpa makna. Menurutnya arti tema tersebut, “Membingkas” bermakna bangkit, melompat, melenting dengan cepat. Sedangkan “Renyap” bermakna senyap, lelap.

“Tema ini kami angkat dengan tujuan untuk mengajak masyarakat melompat ke kondisi yang lebih ceria lagi. Lebih semarak lagi dan bisa bebas lagi. Dengan tema tersebut, guru-guru mulai latihan dan sanggar-sanggar juga mulai latihan lagi,” imbuhnya.

Kegiatan tetap digelar dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Maka sebagian tarian digelar secara daring. Selain itu sebagian karya juga disuguhkan secara luring digelar di Pendopo Ageng GPH Joyokusumo ISI Surakarta.

Meski digelar secara luring dan daring, tetap tidak mengurangi semangat para seniman untuk berkarya lewat tarian. Serta membangkitkan panggung seni tari yang pernah mati suri karena pandemi.

“Selain gelar karya tari, sebagai perayaan World Dance Day 2022 digelar juga orasi tari, webinar dan pameran foto virtual. Pameran foto akan menampilkan for-foto perjalan tari dari dulu hingga saat ini,” ujar Ketua Panitia Hari Tari Dunia ISI Surakarta Dwi Wahyudiarto, kemarin.

Perayaan Hari Tari Dunia diharapkan dapat meningkatkan kembali semangat para pelaku seni untuk berkarya. Perayaan ini juga sebagai wujud sumbang sih para seniman pada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa tari itu juga bisa bermanfaat untuk semuanya. Membangun persatuan bangsa. Sekaligus memetri, konservasi dan inovasi budaya Indonesia,” tuturnya. (ian/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Hari Tari Dunia #Solo Menari 2022 #Solo Menari 24 Jam #isi surakarta