Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kebijakan WFH Buat Liburan Diperpanjang, Waktu Perjalanan Lebih Longgar

Damianus Bram • Senin, 9 Mei 2022 | 04:28 WIB
TEBAR SENYUMAN: Taman Satwa Taru Jurug jadi salah satu lokasi wisatawan yang jadi rujukan banyak wisatawan di momen libur Lebaran kali ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
TEBAR SENYUMAN: Taman Satwa Taru Jurug jadi salah satu lokasi wisatawan yang jadi rujukan banyak wisatawan di momen libur Lebaran kali ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Munculnya kebijakan work from home (WFH) pasca libur Lebaran 2022 dan perpanjangan libur anak sekolah, ternyata membuat banyak waktu longgar yang dirasakan beberapa perantau. Khususnya mereka yang saat ini tengah mudik ke kampung halaman. Dampaknya, kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan ikut terpecah lantaran adanya pilihan waktu perjalan yang dimiliki masyarakat.

Salah seorang perantau asal Jakarta, Adi Nugroho, 38, mengakui, memilih menunda waktu balik ke Ibu Kota bersama keluarganya. Pria yang sudah mudik ke Solo sejak H-3 Lebaran itu semula berencana balik pada akhir pekan ini. Namun rencana itu ditundanya karena ada kebijakan WFH yang dikeluarkan oleh tempat kerjanya. Ini menyesuaikan arahan pemerintah terhadap kebijakan terkait yang diumumkan belum lama ini.

"Rencananya balik Sabtu (7/5) malam atau Minggu (8/5) dini hari biar tidak kena macet. Tapi karena ada kebijakan ini mungkin baru akan balik ke Jakarta beberapa hari kedepan, toh waktu libur anak-anak juga ditambah," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Minggu (8/5).

Kerena rencana balik itu ditunda, Adi bersama keluarga sengaja memilih untuk berwisata ke TSTJ. Kebijakan pemerintah itu dirasa cukup tepat guna mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi pada arus balik Lebaran kali ini.

"Saya pikir kalau tidak ada kebijakan seperti ini semua pemudik akan balik bersamaan di tanggal 7-8 Mei ini, pasti akan sangat macet," kata dia.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Ari Wibowo membenarkan adanya perubahan pola perjalanan pada arus balik kali ini seiring adanya kebijakan WFH dan perpanjangan libur sekolah. Merujuk pada data Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga, sedikitnya 60 persen pemudik belum kembali ke Ibu Kota jelang H+7 Lebaran kali ini.

"Mengacu data itu memang pola perjalanan arus balik sedikit berubah. Semula perkiraannya perjalanan balik akan terfokus di akhir pekan ini, namun ternyata ada pergeseran. Dari pantauan kami di lapangan kepadatan lalin di sejumlah titik seperti di batas kota, ruas jalan dekat pintu tol, maupun di jalan kota masih aman dengan status ramai lancar," paparnya.

Berdasarkan data traffic counting Dishub Surakarta, rata-rata kendaraan keluar masuk kota bengawan sejak H+1 hingga H+4 atau 6 Mei lalu berkisar antara 400 ribu kendaraan dalam sehari. Meski demikian status kepadatan lalu lintas masih berada di situasi ramai lancar, puncak kepadatan justru terlihat di sejumlah lokasi seperti lokasi penyelenggaraan event, objek wisata, pusat kuliner, dan sejenisnya.

"Potensi kepadatan arus baliknya bergeser jalur pantai selatan, tidak melintas Kota Solo. Kepadatan lalin yang masuk ke Solo hanya yang masih berlibur atau mudik di Solo saja," jelas Ari Wibowo.

Di sisi lain, sekalipun kebijakan WFH hingga perpanjangan libur sekolah telah diterapkan di Ibu Kota, kebijakan itu tidak berlaku di Kota Bengawan. Pemkot Surakarta tetap mengacu kebijakan lama. Yakni mengharuskan ASN masuk kerja pada 9 Mei usai Libur Lebaran. Hal ini mengingat belum ada surat edaran (SE) resmi terkait kebijakan Kemenpan RB yang mengharuskan WFH bagi PNS dan ASN setelah libur Lebaran 2022.

"Belum ada SE resmi yang kami terima mengenai kebijakan Kemenpan RB yang mengharuskan WFH bagi PNS dan ASN setelah libur Lebaran 2022. ASN Pemkot Surakarta tetap masuk kerja pada Senin (9/5) karena cuti bersama Lebaran 2022 berakhir kemarin, Jumat (6/5). Sementara Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5) merupakan hari libur harian akhir pekan," terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta, Dwi Ariyatno.

Menurutnya, kebijakan WFH dan perpanjangan libur sekolah itu hanya kota besar seperti Jabodetabek sebagai antisipasi kemacetan saat arus balik. Kota Solo tidak terpengaruh lantaran ASN-nya mayoritas merupakan warga lokal di Solo dan sekitarnya.

"ASN Kota Solo kebanyakan warga lokal serta di eks Karesidenan Surakarta. Jadi tidak terpengaruh adanya kemacetan lalin arus balik," pungkas Dwi. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#wfh #Work From Home #Dishub Kota Surakarta #TSTJ Jurug