Penanggung jawab dekorasi, Asmoro Decoration sengaja memilih nuansa Jawa klasik sesuai permintaan kedua mempelai. Nuansa klasik tampak dari megahnya dekorasi berbentuk limasan di area panggung pengantin.
"Konsep jawa klasik ini memiliki ciri khas dengan adanya pelaminan berbentuk rumah limas an. Ini merupakan ciri khas daerah Jawa Tengah, yang dipadu dengan kehadiran joglo tumpang sari. Itu juga merupakan ciri khas dari konsep Jawa klasik," kata Rano Asmoro, pemilik Asmoro Decoration, Rabu (25/5).
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, di tengah-tengah gedung terdapat sebuah panggung band dan juga gamelan. Kemudian joglo tumpang sari untuk pasrah tinampi berhiaskan bunga sedap malam. Di depan pintu masuk terdapat wayang Kamajaya dan Kamaratih.
"Ini simbolis umum ada Kamajaya Kamaratih menunjukkan kesetiaan dan keabadian," papar vendor dekorasi yang juga menggarap pernikahan Gibran-Selvi dan Bobby-Kahiyang, beberapa tahun lalu.
Untuk menghadirkan kesan sakral, pencahayaan di dalam gedung dibuat hangat dengan hadirnya sejumlah lampu warna soft. Untuk menguatkan kesan sakral dan elegan itu, bagian sisi dalam gedung diberi backdrop hitam dengan lampu kelap-kelip.
"Ada bunga sedap malam, ada black cartin (backdrop hitam dengan lampu kelap-kelip). Ini kebutuhan artistik saya saja, biar kita membangun ambience nuansa ruangan pencahayaan lebih mudah. Soalnya acaranya kan siang. Jadi untuk meminimalis reduksi cahaya natural dari luar, nanti full kita tutup, full lighting biar lebih terkonsep. Konsep ini dari Ibu Idayati," papar Rano Asmoro. (ves/ria) Editor : Syahaamah Fikria