Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terimbas Proyek Pembangunan Rel Layang, Pasar Joglo Bakal Direlokasi

Damianus Bram • Rabu, 8 Juni 2022 | 13:45 WIB
BAKAL DIBONGKAR: Pedagang Pasar Joglo bakal dipindahkan sementara ke pasar darurat sampai pasar baru selesai dibangun.  (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BAKAL DIBONGKAR: Pedagang Pasar Joglo bakal dipindahkan sementara ke pasar darurat sampai pasar baru selesai dibangun. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Pedagang Pasar Joglo di Nusukan ikut terdampak pembangunan rel layang Joglo. Setelah pasar dibongkar, sebanyak 120 pedagang akan dipindah ke pasar darurat di depan TPU Bonoloyo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi membenarkan adanya satu aset pasar tradisional terdampak pembangunan rel layang Joglo. Setelah melalui berbagai tahapan dengan tim pembebasan lahan dan pengadaan tanah proyek terkait, akhirnya Pasar Joglo akan dibongkar total.

"Setelah ada hitung-hitungan ternyata lebih dari separo lahan pasar itu terdampak pembangunan rel layang. Karena itu tidak bisa dipertahankan dan akan dibongkar semua," kata dia, Selasa (7/6).

Komunikasi dengan 120 pedagang setempat juga sudah dilakukan jauh-jauh hari. Mula-mula pengosongan pasar dari aktivitas pedagang itu akan dilakukan pascalebaran kemarin, namun karena beberapa pertimbangan dan pematangan perencanaan, pemindahan pedagang itu baru akan dilakukan beberapa waktu ke depan.

"Awalnya pedagang akan kami sebar dan ditempatkan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Solo. Namun setelah mematangkan komunikasi akhirnya keinginan pedagang kami penuhi. Mereka dijadikan satu di pasar darurat. Lokasinya di depan Pasar Bonoloyo," beber Heru.

Pembangunan pasar darurat itu akan dikerjakan dalam waktu dekat agar dapat menampung 85 pedagang pemegang surat hak penempatan (SHP) Pasar Joglo. Karena situasinya pasar sementara, satu pemegang SHP nanti akan mendapat satu kios darurat saja.

"Total pedagang jika ditambah pedagang oprokan itu sekitar 120 orang, tapi nanti yang kami siapkan di pasar darurat 85 kios dulu. Sementara satu nama satu kios darurat. Kami tunggu lelangnya dulu," papar dia.

Di waktu bersamaan disdag juga telah memilih lokasi baru guna pembangunan pasar baru untuk menggantikan Pasar Joglo lama. Lokasinya di bekas SDN Sekip seluas 1000 meter persegi.

"Luasan pasar baru nanti tidak jauh berbeda dengan luasan pasar lama. Soal kapan pembangunannya kami masih menunggu putusan pimpinan," jelas Heru.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Dheky Martin membenarkan, Pasar Joglo itu merupakan aset milik pemkot yang terdampak pembangunan rel layang Joglo.

"Lokasi itu nanti akan digunakan untuk pembangunan underpass yang akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR dan akan dimanfaatkan sebagai ruang kerja saat pembangunan rel layang," beber dia.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka sempat mengatakan bahwa pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur di Kota Solo berjalan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditetapkan. "Semuanya berjalan on schedule ya, biar semuanya on time," kata Gibran belum lama ini. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Relokasi Pasar Joglo #Pembangunan Rel Layang #Dinas Perdagangan Kota Surakarta #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka #Pasar Joglo