Polisi Geledah Kantor Khilafatul Muslimin di Solo, Sukoharjo dan Klaten

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 10 Juni 2022 | 14:00 WIB
LANGKAH CEPAT: Tim Kepolisian dari Polres Sukoharjo melakukan penurunan papan nama dan spanduk bertuliskan Khilafatul Muslimin di sekretariat Khilafatul Muslimin yang berada di berada di Dukuh Gondang RT 01 RW12 Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto.  (IWAN
LANGKAH CEPAT: Tim Kepolisian dari Polres Sukoharjo melakukan penurunan papan nama dan spanduk bertuliskan Khilafatul Muslimin di sekretariat Khilafatul Muslimin yang berada di berada di Dukuh Gondang RT 01 RW12 Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto. (IWAN
SOLO – Keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin menjadi perhatian serius bagi kepolisian. Kemarin, polisi di tiga daerah kompak mencopot papan nama kelompok tersebut yang terpasang di sekretariat mereka. Tidak hanya itu, polisi juga meminta keterangan pengurus organisasi itu terkait kegiatan mereka.

Aparat kepolisian tiba di kantor sekretariat yang beralamat di Gang Sawo IV No. 8 RT 01 RW 09, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan pukul 12.00. Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memimpin langsung penyerahan surat pemanggilan. Surat ini diterima oleh SL yang merupakan istri pemilik rumah.

Setelah menyerahkan surat, tim lantas mencopot plang nama yang bertuliskan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo Kota dan Khilafatul Muslimin Kemas'ulan Laweyan. Plang ini lantas diamankan ke mobil polisi dengan sejumlah benda lain yang disita dari dalam rumah.

Kapolresta menuturkan, langkah ini dilakukan karena banyaknya perlawanan, penolakan, hingga komplain terkait keberadaan kelompok ini  Baik dari warga sekitar di Karangasem maupun elemen masyarakat di Kota Solo.

"Termasuk dari semua ormas keagamaan di Kota Solo juga sudah menyampaikan penolakannya dan bahkan akan melawan kelompok ini jika tetap melakukan kegiatan yang tidak berdasar pada ideologi negara Pancasila," tambah Ade.

Ade menjelaskan, akan memanggil lima orang  struktural kelompok tersebut. Antara lain ketua, sekretaris, bendahara, koordinator bidang pendidikan serta pemilik rumah yang dijadikan kantor sekretariat.

"Klarifikasi akan kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan kelompok ini. Kami jadwalkan Senin depan (13/6)," papar Ade

Dari informasi yang didapat, kelompok ini memiliki 31 anggota, dengan anggota aktif 19 orang. Polisi menyita dua plang nama serta sejumlah brosur yang berisi ajaran kelompok mereka.

Disinggung soal kegiatan, lanjut Ade, dari hasil informasi yang diperoleh mereka menggelar kegiatan pengajian, baik di kantor sekretariat maupun di rumah-rumah anggota kelompok.

"Setiap empat bulan sekali, mereka juga rutin menggelar konvoi sambil menyebarkan brosur untuk mengajak masyarakat pemahami terkait ajaran mereka," papar Ade.

Ade meminta seluruh masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan ini kepada pihak kepolisian. Dia menjamin polisi akan bekerja secara professional, transparan, dan akuntabel.

"Saya ingin mengajak kembali kepada masyarakat agar tidak termakan hasutan provokasi terkait kegiatan apapun," urai Ade.

Di bagian lain, langkah sama juga dilakukan Polres Sukoharjo. Kemarin, polisi juga mencopot papan nama Khilfatul Muslimin di Polokarto.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, sekretariat Khilfatul Muslimin berada di berada di Dusun Gondang RT 01 RW12 Desa/Kecamatan Polokarto. Sebagai langkah antisipasi, polisi menurunkan papan nama organisasi itu, Kamis (9/6) petang.

"Ya ini langkah awal, selanjutnya kami klarifikasi. Kalau masuk unsur pidana, naik sidik," kata Wahyu Nugroho Setyawan, Kamis (9/6).

Camat Polokarto Heri Mulyadi membenarkan di wilayahnya ada kantor Khilfatul Muslimin. Kelompok ini sudah lama berkegiatan di Polokarto dan memiliki banyak pengikut.

"Hasil koordinasi dengan kepala Desa Polokarto, memang ada kantornya di Dusun Gondang. Sering ada pengajian, dihadiri oleh warga luar. Dari Gondang malah sedikit," kata Heri.

Menurut Heri, pimpinan Khilfatul Muslimin di Polokarto bernama panggilan T, usia sekitar 30 tahun. Sehari-hari bekerja sebagai penjual buah keliling. "Kegiatannya biasanya pindah-pindah, tidak selalu di kantor," ujar dia.

Sementara itu, di Klaten, tindakan tegas juga dilakukan polre setempat. Polisi menggeledah tiga kantor sekretariat Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qadir Hasan Baraja ini.

"Secara garis besar ada penggeledahan pada hari ini (kemarin). Ada di Kecamatan Klaten Utara, Trucuk dan Juwiring," ucap Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo.

Eko menjelaskan, dalam penggeledahan itu polisi mencopot papan nama yang bertuliskan Khilafatul Muslimin. Termasuk mengamankan berbagai selebaran yang ada di tiga lokasi tersebut. (atn/kwl/ren/bun/dam) Editor : Damianus Bram
Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo Kota Khilafatul Muslimin Klaten Polisi Geledah Kantor Khilafatul Muslimin Khilafatul Muslimin Khilafatul Muslimin Polokarto