Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Adanya Konflik Internal di DPD Partai Golkar Solo, Kusraharjo Angkat Suara

Damianus Bram • Jumat, 17 Juni 2022 | 02:21 WIB
Kusrahardjo Ketua DPD II Partai Golkar Solo
Kusrahardjo Ketua DPD II Partai Golkar Solo
SOLO - Adanya gonjang-ganjing perpecahan di internal tubuh DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Solo membuat Ketua DPD Partai Golkar Solo, Kusrahardjo angkat suara. Terutama terhadap mosi tidak percaya yang disampaikan Forum Peduli Partai Golkar Surakarta (FP2GS).

Saat ditemui wartawan di Kantor DPD Partai Golkar Solo, politikus yang telah berusia 78 tahun tersebut menyatakan dinamika yang terjadi di internal Partai Golkar Solo sebagai hal biasa. Dinamika seperti itu menurut dia juga biasa terjadi di partai politik (parpol) mana pun.

"Seorang ketua ora disenengi hal biasa, disanjung biasa, dimusuhi biasa, dan didukung biasa. Hanya saja yang terpenting sebagai Ketua Golkar ini harus bisa menggerakkan roda organisasi. Dan roda organisasi ini sudah berjalan, tidak pernah berhenti," ujar Kusrahardjo.

Pergerakan roda organisasi yang dia maksud berupa konsolidasi aktif di internal Partai Golkar Solo. Dalam waktu dekat, agenda prioritas DPD Partai Golkar Solo menurut Kusrahardjo yaitu sekolah saksi. Para calon saksi tersebut akan bertugas ketika pelaksanaan Pemilu 2024.

"Yang paling aktif terkait konsolidasi kami berjalan terus. Sebentar lagi kami akan lakukan sekolah saksi, karena pemilu nanti harus punya saksi. Tidak boleh tidak, harus ada. Jangan sak-sak'e. Karena kita sudah mendekati tahapan pemilu, sebentar lagi akan dilalui," terang dia.

Kusrahardjo kemudian bercerita perjalanan karir politiknya yang sudah dua kali menjadi Ketua DPD Partai Golkar Solo. Periode pertama dia menjadi Ketua DPD Partai Golkar Solo pada tahun 2004-2009. Lalu pada 2010-2015 dirinya menjadi Wakil Ketua DPD Golkar Jateng.

Setelah itu Kusrahardjo menjadi Dewan Penasihat Partai Golkar Solo periode 2015-2020. Dan pada 2020 dia kembali dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Solo. Pada periode ini dia mengaku mendapatkan tugas berat untuk mengembalikan kewibawaan Partai Golkar.

"Terutama untuk menambah kursi di DPRD Solo yang hilang. Waktu itu saya katakan siap, asalkan semua mendukung lahir dan batin. saya sampai tidak bersedia menjadi anggota DPRD agar bisa fokus. Karena fokus ini, saya mohon maaf dalam tingkah laku bukan sebagai politisi," urai dia.

Kusrahardjo mengaku selama ini lebih memerankan diri sebagai pimpinan partai yang cenderung tegas dan keras, tapi tidak kasar. Sebagai pimpinan partai, dia lebih mengambil peran untuk meluruskan sesuatu hal yang masih kurang baik di internal organisasi partai.

"Karena kami mengemban tugas, cokro manggilingan. Berulang kali saya katakan, dunia berputar, sekarang di bawah, esok hari bisa di atas," pungkas Kusrahardjo. (atn/dam) Editor : Damianus Bram
#Konflik Internal Partai Golkar Solo #Kusrahardjo #DPD II Partai Golkar Solo #Partai Golkar