"Kampanye ini penting untuk mengajak masyarakat ketika menggunakan layanan KAI tetap saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat terwujud transportasi kereta api yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan," ungkap Manajer Humas Daop 6 Supriyanto, kemarin.
Pihak eksternal turut dilibatkan dalam kampanye serentak itu. Di antaranya GKR Bendara (putri Sri Sultan HB X), kepolisian, Komunitas Pencinta Kereta Api Semboyan Satoe Community, serta para pekerja KAI, terutama pekerja perempuan.
KAI menyampaikan pesan stop pelecehan seksual melalui spanduk, poster, pamflet, dan stiker. KAI Daop 6 juga mengajak masyarakat menandatangani petisi antikekerasan dan pelecehan seksual di transportasi publik.
Sementara itu, Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menuturkan, KAI perlu melakukan kampanye antikekerasan seksual agar KA aman bagi perempuan. Dia berharap KAI dan Komnas Perempuan dapat berkolaborasi untuk aspek edukasi dan pedoman kebijakan yang berlaku secara internal dan eksternal di KAI.
"Petugas KAI baik di stasiun maupun di atas kereta api akan terus bersiaga jika terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Meski demikian, KAI juga tetap meminta pelanggan tetap waspada dan melaporkan kepada petugas jika terjadi tindakan kekerasan dan pelecehan seksual," imbuh Supriyanto. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram