Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tjahjo Kumolo Meninggal, Rudy: Beliau Seorang Pelobi Andal dan Kawan Ngopi

Damianus Bram • Sabtu, 2 Juli 2022 | 03:10 WIB
Mensesneg Pratikno selaku inspektur upacara pemakaman memberikan penghormatan terakhir kepada Menpan RB Tjahjo Kumolo dengan menaruh karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (1/7). (ANTARA)
Mensesneg Pratikno selaku inspektur upacara pemakaman memberikan penghormatan terakhir kepada Menpan RB Tjahjo Kumolo dengan menaruh karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (1/7). (ANTARA)
SOLO – Kepergian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo menyimpan sejumlah kenangan bagi kolega di Kota Solo. Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming merasa sangat kehilangan sosok politisi senior PDIP ini.

Di mata F.X. Hadi Rudyatmo,  Tjahjo Kumolo merupakan sosok politisi yang memiliki visi yang selaras dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Sebab itu, dia merasa cocok dengan almarhum yang meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta kemarin pukul 11.10 itu.

"Secara pribadi saya sangat kehilangan sosok seperti beliau. PDIP kehilangan kader partai terbaiknya yang memiliki pola pikir dan visi misi yang cocok dengan Ketum kami. Pak Tjahjo ini merupakan sosok pelobi andal dan orang terdekat ketum kami," jelas pria yang akrab disapa Rudy ini, Jumat (1/7).

Sebagai seorang politisi, Rudy melihat kesamaan antara dia dengan almarhum. Sebab, sama-sama memiliki prinsip, sikap, dan komitmen kepada ketua umum partai. Komunikasi antara Rudy dan Tjahjo hampir dibilang tak berjarak, layaknya seorang kawan yang saling mengerti antara satu dengan lainnya.

"Saya dekat sekali dengan Pak Tjahjo. Beliau terakhir mampir ke rumah saya 23 Mei lalu, waktu ada kunjungan di Solo. Waktu itu saya kontak beliau untuk bertemu di sana, tapi beliau malah yang mampir ke rumah saya," jelas dia.

Momen mampir ke rumah Rudy itu selalu dilakukan Tjahjo Kumolo saat berkunjung ke Kota Bengawan. "Kebiasaan Pak Tjahjo, kalau ke rumah saya selalu ngopi. Beliau nyumet cerutu, baru kami mengobrol. Ya seperti teman ngopi buat saya," kata dia.

Rudy mengenal sosok Tjahjo Kumolo sebagai orang yang sederhana dalam setiap tindakannya. Bahkan dalam pilihan makanan yang hendak disantapun tak pernah pilih-pilih. Karena itu dia sempat kaget saat mendapat kabar dia meninggal.

"Kesederhanaannya itu yang selalu berkesan buat saya. Saat beliau bertugas jadi menteri tidak pernah minta difasilitasi dan lainnya. Saya tidak tahu kalau beliau punya penyakit karena kalau diajak makan apapun tidak pernah menolak," kata dia.

Untuk mengenang kepergian dia, DPC PDIP Solo bakal memberikan penghormatan khusus dengan menggelar doa bersama sesuai agama masing-masing.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga memiliki kenangan selama berinteraksi dengan almarhum. Dia sempat menangkap potret kesederhanaan Tjahjo Kumolo. Sebagai seorang pejabat dia tetap berbaur dengan masyarakat.

"Sebelum saya masuk politik beberapa kali ketemu di warung soto. Sosoknya humble. Kaget ada menteri makan di warung soto. Setelah lebih mengenal, ternyata beliau memang senang jajan di warung-warung sederhana seperti itu," kata Gibran kemarin.

Kebijakan tenaga honorer juga menjadi salah satu kebijakan yang diambil Tjahjo Kumolo yang juga dianggap sangat dinamis. Pada 23 Mei lalu, Tjahjo yang berkunjung ke Solo sempat memberikan masukan kepada dia terkait urusan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Surakarta. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Menpan RB Tjahjo Kumolo #tjahjo kumolo #tjahjo kumolo meninggal dunia #ketua dpc pdip solo #tjahjo kumolo meninggal #f.x. hadi rudyatmo