Hasil koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta bersama kontraktor proyek memutuskan, penutupan sebagian akses Jembatan Mojo dilakukan Agustus.
"Ditutup mulai pekan kedua Agustus. Menyesuaikan jadwal pembongkaran jembatan lama," terang perwakilan kontraktor pelaksana perbaikan Jembatan Mojo Agung Ari Widodo, Senin (4/7).
Penutupan jalur kendaraan dilakukan bertahap, sedangkan roda dua tetap bisa melintas untuk mengakomodasi arus lokal. "Pembongkaran jembatan dilakukan per bentang, sehingga lalu lintas bisa dipindahkan ke sebelahnya. Tapi hanya motor yang kami rekomendasikan, karena roda empat atau lebih terlalu berisiko," ungkapnya.
Perbaikan Jembatan Mojo diprioritaskan digarap malam guna mengurangi potensi kepadatan kendaraan. "Kalau pun ada penutupan total, kami usahakan hanya beberapa jam pada malam hari. Kami targetkan perbaikan selesai November," jelas Agung.
Untuk penutupan akses kendaraan di Jembatan Jurug B dimulai pertengahan September. Kontraktor berencana membongkar struktur bangunan lama. "Yang kami bongkar ini kan Jembatan Jurug B. Akses lalu lintas tetap bisa menggunakan Jembatan Jurug C. Nanti dibuat sistem contra flow (lawan arus) di Jembatan Jurug C," beber kontraktor pelaksana revitalisasi Jembatan Jurug B Hernowo Indra.
Perbaikan Jembatan Jurug B dikerjakan multiyears dengan masa perbaikan hingga Desember 2023.
Di lain sisi, revitalisasi dua jembatan ini berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik. Sebab itu, dibutuhkan rekayasa lalu lintas optimal.
"Di jalur-jalur yang mengarah ke Jembatan Mojo dan Jurug diprediksi menjadi lokasi penumpukan kendaraan. Jembatan Mojo kan jalurnya menyempit, sedangkan Jembatan Jurug merupakan jalan nasional yang dilalui puluhan ribu kendaraan setiap harinya. Tentu akan berdampak di lokasi lainnya," urai Kepala Dishub Surakarta Hari Prihatno. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram