Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Digitalisasi Naskah Kuno di Museum Radya Pustaka: Prioritaskan Usia dan Fisik

Damianus Bram • Sabtu, 16 Juli 2022 | 14:40 WIB
BUKA KUNJUNGAN: Museum Radya Pustaka menyimpan banyak naskah kuno. Upaya penyelematan naskah kuno dari kerusakan dengan cara digitalisasi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BUKA KUNJUNGAN: Museum Radya Pustaka menyimpan banyak naskah kuno. Upaya penyelematan naskah kuno dari kerusakan dengan cara digitalisasi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Sebagai upaya untuk melestarikan naskah kuno yang ada, digitalisasi menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan oleh musem maupun perpustakaan. Sejumlah museum yang mengoleksi naskah kuno sudah mulai menempuh langkah tersebut.

Ahli bidang pernaskahan Museum Radya Pustaka Ki Totok Yasmiran menyampaikan, Museum Radya Pustaka menyimpan ratusan koleksi naskah kuno yang umurnya sudah  ratusan tahun. Koleksi naskah kuno tersebut sebagian besar sudah rusak, rapuh fisiknya, dan hancur akibat dimakan kutu. Terlebih, kertasnya sudah berumur ratusan tahun sehingga perlu dilakukan penyelamatan berupa digitalisasi.

”Upaya yang dilakukan Museum Radya Pustaka salah satunya adalah mengalihmediakan koleksi naskah dalam bentuk digital. Hal ini juga agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah dan cepat,” ujarnya.

Ahli Pustaka dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah Ahmad Budi Wahyono menjelaskan, dalam naskah kuno tersimpan berbagai informasi. Kandungan dalam naskah kuno antara lain Alquran dan hadis, hukum syariat dan  adat, sejarah, teks pengobatan, perbintangan, pemerintahan, sastra, mantra dan rajah  atau primbon. Medianya pun beragam, seperti daun lontar, dluwang, daun nipah, bambu, kulit kayu, kulit binatang, rotan, dan sebagainya.

”Contoh naskah kuno tersebut antara lain Sutasoma, Gita Sinangsaya, Maulid Nabil, Alquran Al Karim, Pustaha Lak Lak, Naskah Ulu, Kutika, dan Sureg Baweng. Maka perlu untuk dilakukan penyelamatan berupa digitalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UNS Burhanudin Harahap menyampaikan, naskah kuno merupakan warisan budaya yang dapat menjelaskan aspek kehidupan di suatu masyarakat atau suatu kerajaan.

”Naskah ini mempunyai nilai informasi yang dapat kita kembangkan lebih lanjut. Kalau dilihat dari sisi nilai, naskah Nusantara ini kaya dengan nilai masa lalu. Perpustakaan mempunyai tugas mengelola informasi tentang naskah kuno, maka informasi yang selama ini mungkin belum dikelola secara baik harus ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Semua koleksi yang mungkin disajikan dalam bentuk digital akan dilakukan supaya masyarakat mudah mengakses. Digitalisasi dilakukan dengan prioritas usia dan kondisi fisik naskah. Sebelum dialihkan ke dalam bentuk digital, maka naskah mendapat perawatan dan bila perlu perbaikan terlebih dahulu. (ian/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Digitalisasi Naskah #Digitalisasi Naskah Kuno #museum radya pustaka