Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Fenomena Anak Jalanan di Kota Solo, Mereka Tak Sadar telah Dieksploitasi

Damianus Bram • Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:00 WIB
Ilustrasi anak jalanan. (RADAR SOLO PHOTO)
Ilustrasi anak jalanan. (RADAR SOLO PHOTO)
SOLO - Di balik pesatnya pembangunan daerah, tak jarang muncul fenomena anak jalanan. Karena beragam sebab, mereka telantar, turun ke jalanan. Nyaris tidak ada pengawasan maupun bimbingan orang tua. Menjalani hidup “keras”, rawan jadi sasaran eksploitasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Forum Anak Surakarta (FAS). Mereka bertugas mendokumentasikan aktivitas anak jalan untuk dikoordinasikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Surakarta guna menemukan solusinya.

Ketua FAS Fransisca Kristiana mengatakan, selain kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak, FAS intens memperhatikan anak jalanan. “Eksploitasi anak bisa dalam bentuk apa saja dan terjadi di berbagai daerah,” terangnya, kemarin (22/7).

Menjalankan fungsi pelapor, FAS rutin memantau kegiatan anak jalanan di Kota Bengawan untuk diteruskan kepada dinas terkait. Termasuk mempelopori kampanye anti eksploitasi anak. Sebab tak jarang mereka tidak sadar telah dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.

“Peran anak sangat penting di masa depan. Hak-hak anak harus dipenuhi dengan baik. Itu butuh dukungan semia pihak,” tegasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Surakarta Purwanti mengamini anak jalanan rawan dieksploitasi secara sosial maupun ekonomi. Penanganannya harus dilihat lebih detail agar menemukan solusi terbaik.

“Harus dilihat secara kasuistik. Apakah masuk pola eksploitasi anak atau tidak. Misalnya fenomena yang ramai belakangan ini saat ada anak membantu orang tuanya mencari nafkah. Untuk melihat lebih dalam, perlu pendekatan kepada anak dan orang tuanya. Menemukan penyebab yang membuat anak sampai turun ke jalan membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sejenisnya,” bebernya.

Pola eksploitasi, imbuh Purwanti, kadang terbentuk dari hal yang tidak disadari. Orang tua merasa sudah memenuhi kebutuhan pendidikan anak dengan menyekolahkannya. Jika salah mengambil sikap, upaya anak yang membantu mencari nafkah justru berubah mengeksploitasi.

“Selain anak telantar dan anak jalanan, kami juga konsen pada isu kekerasan serta eksploitasi komersial pada anak. Walaupun belum ada kasus di Solo, tetap harus jadi perhatian karena sudah banyak ditemukan di daerah lain,” tutur dia. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Dinas P3APPKB Kota Surakarta #Anak Jalanan di Kota Solo #anak jalanan #Forum Anak Surakarta