“Saya memberikan undangan kepada Mas Gibran. Kami mengharapkan kehadirannya pada 29 Juli malam,” terang Gusti Purbaya.
Kirab malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta mengambil rute Supit Urang, Gladak, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Keraton Kasunanan.
Apakah kerbau Kiai Slamet (Kebo Bule) ikut dikirab, mengingat belum lama ini terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK)? Gusti Purbaya berharap dapat segera sembuh.
“Ada tujuh ekor kerbau Kiai Slamet yang terpapar. Tapi kami sudah dibantu dinas untuk perawatannya. Semoga cepat pulih dan bisa dikeluarkan saat kirab,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memastikan hadir dalam kirab 1 Suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta maupun Pura Mangkunegaran. “Undangannya sudah disampaikan. Nanti Mangkunegaran dulu, malamnya baru di keraton (Kasunanan),” ucapnya.
Pemkot, imbuh Gibran, mendukung penuh kirab 1 Suro. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan tersebut bisa menunjukkan bahwa Solo telah aman setelah dihempas pandemi beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Gibran meminta masyarakat yang menyaksikan kirab tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Di antaranya memakai masker.
“Dua tahun ini kirabnya masih terbatas. Jumat besok kami ramaikan. Untuk warga tetap pakai masker, kalau bisa ya booster dulu. Untuk masalah kerbau terpapar PMK, kami pantau tiga hari ke depan dulu. Yang paling fit bisa ikut kirab,” ujar wali kota. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram