Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Quatly: Tembus Pasar Internasional, UMKM Harus Bernyali Besar

Adi Pras • Jumat, 29 Juli 2022 | 03:26 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Alkatiri (kiri) beri materi focus group discussion strategi UMKM Solo tembus pasar internasional di Solo, Senin (25/7). (M. Ihsan/Radar Solo)
Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Alkatiri (kiri) beri materi focus group discussion strategi UMKM Solo tembus pasar internasional di Solo, Senin (25/7). (M. Ihsan/Radar Solo)
SOLO – Pandemi Covid-19 jadi momentum pelaku UMKM, baik di Tanah Air maupun di Kota Bengawan untuk melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Digitalisasi pemasaran produk selama pandemi diklaim tumbuh pesat.

Tak sedikit pelaku UMKM yang justru mengantongi banyak cuan dengan mengandalkan penjualan online. Artinya, di tengah musibah, pandemi juga bisa jadi berkah bagi mereka yang bertekad baja.

”Era digital sebenarnya sudah muncul jauh sebelum pandemi. Tapi sejak pandemi, penggunaan digital semakin masif. Termasuk di kalangan UMKM. Bahkan banyak pelaku UMKM baru yang berjualan lewat online. Dan mereka banyak mendapatkan keuntungan dari situ. Sehingga, digitalisasi ini jadi modal penting pelaku UMKM untuk survive,” ungkap Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Quatly Alkatiri dalam focus group discussion (FGD) bersama pelaku UMKM Kota Solo di Hotel Sarila Solo, Senin (25/7).

Quatly menyebut, pelaku UMKM lokal asal Kota Solo mampu menembus pasar internasional adalah sebuah keniscayaan. Kuncinya, bangun network seluas mungkin. Ketika pelaku UMKM punya keahlian dan produk yang luar biasa, tidak bisa bergerak sendiri menuju pasar global. Wajib kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu produknya bisa dikenal di pasar internasional.

”Agar bisa maju, harus bergandengan tangan bersama-sama dengan banyak pihak. Sembari memasarkan produk sampai di luar negeri, juga harus terus dilakukan evaluasi. Tujuannya, selalu ada pembenahan dan penyesuaian produk yang dibutuhkan konsumen internasional,” beber politisi dari Dapil VII Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kota Solo ini.

Terpenting lainnya, Quatly menegaskan pelaku UMKM wajib punya nyali yang besar. Sebab, untuk bisa berjaya di negeri orang, kendala yang bakal dihadapi cukup banyak dan melelahkan. Prosedur yang rumit terkadang melemahkan nyali pelaku UMKM yang sedang merintis karir menembus pasar internasional.

”Nyali ini penting. Kalau lemah ya tidak bisa lanjut. Karena mengirim produk ke luar negeri pasti tidak akan lancar-lancar saja. Ini yang harus ditumbuhkan pelaku UMKM kalau ingin produknya sampai di luar negeri,” imbuhnya.

Quatly mengisahkan dalam beberapa kunjungan kerjanya ke daerah-daerah, dia melihat banyak pelaku UMKM yang berhasil survive melewati krisis saat pandemi. Beberapa di antaranya juga berhasil go internasional justru saat pandemi. Menggunakan pola ekspor yang beragam. Salah satunya, pengiriman produk menggunakan pesawat.

”Saya salut dengan para pelaku UMKM yang tidak menyerah meskipun sempat dihantam pandemi. Memang masa itu tidak mudah dilalui. Tapi kembali lagi, selain niat untuk survive, nyali juga jadi modal utama untuk terus menjalankan bisnis. Saya lihat potensi besar UMKM di Kota Solo ini untuk bisa go ekspor,” tandasnya. (aya/adi) Editor : Adi Pras
#Ekonomi Kota Solo #Quatly Alkatiri #DPRD Provinsi Jawa Tengah #UMKM Solo #Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Quatly Alkatiri