SBC kali ini istimewa, tidak hanya menampilkan fashion show secara offline. Namun juga dihelat di dunia metaverse. Melalui aplikasi yang bisa diakses oleh smartphone jenis apapun. Ekspansi ke dunia metaverse ini sebagai upaya menggaet generasi milenial ikut berkontribusi dalam event SBC.
“Konsep metaverse ini pasti menarik perhatian anak-anak muda. Ekspektasi mereka terhadap metaverse di event SBC pasti sangat tinggi. Harapannya, anak-anak muda tertarik bergabung dengan konsep ini. Karena pasar milenial potensial untuk digarap," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Surakarta Is Purwaningsih dalam press conference SBC 13 di Loji Gandrung, Sabtu (13/8).
Penyelenggara SBC di dunia metaverse berkolaborasi dengan startup mobile apps asal Kota Solo, Kota Maya. Mengusung Tagline Metaverse Merakyat, aplikasi ini diklaim mampu diakses oleh siapa saja, gratis. Selama ini, anggapan masyarakat, dunia metaverse hanya dikuasai oleh kaum elit saja.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Yakni aplikasi metaverse yang bisa diakses oleh semua kalangan dengan device apapun. Smartphone android low end sekalipun," ujar Founder Kota Maya, Daniel Santoso.
Kontribusi Kota Maya dalam event SBC adalah membangun dunia metaverse untuk penyelenggaraan SBC 13. Nantinya, tidak hanya berlangsung fashion show virtual. Namun semua seniman, kreator, dan masyarakat dapat mengeksplor bisnisnya di sana.
Harapannya, lewat dunia metaverse yang tidak terbatas ruang dan waktu, batik-batik yang dirancang untuk event SBC dapat dinikmati hingga luar negeri.
“Di dalam dunia metaverse kita bisa mengadakan pameran juga. Tidak harus setahun sekali. Bisa diselenggarakan rutin. Kami sediakan ruang-ruang yang mengakomodasi para seniman mengeksplor batik rancangannya. Karena untuk ikut event SBC ini butuh waktu lama merancang bajunya. Sayang, kalau hanya dipakai sekali saat event berlangsung," sambungnya.
Bagaimana caranya ikut fashion show virtual SBC di dunia metaverse? Daniel menyebut sangat mudah. Cukup men-download aplikasi Kota Maya. Membuat avatar sebagai identitas diri dengan cara selfie. Kemudian otomatis avatar bakal terbentuk sesuai foto profil kita.
Kemudian foto semua kostum yang ingin dipamerkan dalam fashion show. Mulai dari baju, celana, sabuk, sampai mahkota. Kostum-kostum tersebut bakal otomatis terpasang sebagai pakaian yang dipakai avatar kita.
"Jadi tinggal foto saja kostum yang diinginkan. Langsung terpakai oleh avatar. Tidak perlu edit pakai Photoshop dan lain sebagainya," imbuhnya.
Sementara itu, untuk fashion show offline, bakal ada tiga devile yang dibagi menjadi tiga kelas. Devile Royal Kingdom untuk kelas basic, mengenakan batik dan dodot berwarna biru dan hijau. Melambangkan warna kerajaan di Solo, Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran.
Dilanjutkan devile Heritage Heredity untuk kelas middle, mengenakan busana elegan dan glamor berwarna merah, hitam, dan emas sebagai implementasi warisan kerajaan.
"Terakhir, devile Empire Intergalaktic. Ini devile yang out of the box. Kami padukan unsur metaverse di sini. Kami mengajak penonton untuk berimajinasi bentuk riil busana kerajaan di luar angkasa," pungkas art director SBC 13, Ade Sugriwa. (aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram