Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Paskibra Kota Solo Nangis Usai Gagal Kibarkan Bendera, Gibran: Wis, Rapopo

Syahaamah Fikria • Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:24 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat mengikuti upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Stadion Sriwedari, Rabu (17/8) lalu. (SILVESTER/RADAR SOLO)
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat mengikuti upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Stadion Sriwedari, Rabu (17/8) lalu. (SILVESTER/RADAR SOLO)
SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyemangati anggota paskibra yang gagal mengibarkan bendera Merah Putih saat upacara HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Stadion Sriwedari, Rabu (17/8) pagi. Gibran tidak ingin paskibra itu merasa terbebani, mengingat kejadian tersebut bukan salah paskibra yang bertugas.

Gagalnya pengibaran Bendera Merah Putih saat upacara HUT Kemerdekaan RI itu terjadi karena besi pengait tali yang biasa digunakan untuk mengaitkan bendera patah. Sehingga membuat bendera tak bisa dikerek naik.

Penonton yang ada tribun maupun para peserta yang hadir pun sempat kaget dan bertanya-tanya, mengapa bendera tidak dikerek naik itu hingga lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan.

Bendera Merah Putih itu hanya dibentangkan selama lagu kebangsaan itu dibawakan. Selanjutnya prosesi upacara berlangsung seperti biasanya.

"Kejadian seperti itu tidak bisa kita prediksi. Nggak apa-apa. Upacara tetap berjalan baik," ujar Gibran usai upacara.

Insiden gagalnya pengibaran bendera Merah Putih itu membuat sejumlah paskibra sedih. Bahkan sebagian lainnya sampai menitikkan air mata saat menyapa dan meminta maaf pada penonton yang hadir. Melihat respons sedih dari paskibra, Gibran memberikan semangat pada mereka.

"Anak-anak (paskibra) sudah berusaha berlatih keras. Nggak apa-apa, pokoke semangat, semangat terus," kata wali kota.

Disinggung soal gagalnya prosesi pengibaran bendera itu, wali kota mengatakan bahwa insiden itu terjadi lantaran ada kerusakan pada pengait bendera. Menurutnya, kejadian itu adalah sebuah kecelakaan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, sehingga tidak perlu dipermasalakan.

"Ada yang rusak tadi, cantelane (pengaitnya) rusak. Wis, rapopo. Ini kecelakaan yang tidak dapat diprediksikan sebelumnya," ucap Gibran.

Anggota paskibra yang bertugas sebagai pengerek bendera, Muhammad Naban Haikal Fikri tampak cukup sedih dengan adanya kejadian itu. Siswa SMKN 2 Surakarta yang hobi pencak silat dan sepak bola itu sempat meminta maaaf atas kejadian tersebut.

"Benderanya sudah sempat dikaitkan sebelumnya, tapi besi yang buat nyantolin itu patah," beber dia. (ves/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#upacara hut kemerdekaan ri #paskibra nangis #gibran rakabuming raka #paskibra gagal kibarkan bendera #Stadion Sriwedari #paskibra