Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Masuk Warisan UNESCO, Pemkot Surakarta Bakal Gelar Konser Gamelan

Damianus Bram • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 14:15 WIB
LATIHAN: Pengrawit yang melibatkan mahasiswa dari Akedemi Seni Mangkunegaran dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tengah berlatih. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
LATIHAN: Pengrawit yang melibatkan mahasiswa dari Akedemi Seni Mangkunegaran dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tengah berlatih. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – UNESCO telah menetapkan gamelan sebagai warisan budaya tak benda. Sertifikat dari organisasi PBB yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan ini akan diserahkan kepada Pemkot Surakarta. Menyambut ini, pemkot akan menggelar konser gamelan.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa usai koordinasi internal dengan Institus Seni Indonesia (ISI) Surakarta kemarin. Teguh memastikan bahwa pemkot akan menyelanggarakan konser gamelan pada 16 September. Selain menyuguhkan kemeriahan dalam pentas berbagai jenis gamelan dari seluruh Indonesia, pemkot akan menerima sertifikat dari UNESCO.

"Nantinya akan ada pertunjukan gamelan pada 16 September ini. Pertunjukan gamelan selama dua jam ini diprakarsai oleh ISI Surakarta. Kalau yang menerima sertifikat dari UNESCO ada sembilan provinsi. Untuk Kota Solo yang mewakili sebagai penerima adalah Pak Wali (Gibran Rakabuming)," kata Wawali, Jumat (26/8).

Pemkot juga berencana menggiatkan kembali aktvitas berkesenian di sekolah dan kelurahan. Pihaknya ingin gamelan-gamelan yang telah dihibahkan di sekolah maupun kelurahan bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Pandemi dua tahun terakhir dirasa cukup menunda giat berkesenian itu. Karena itu pemkot ingin masyarakat bisa aktif lagi dalam berlatih dan pentas gamelan skala sekolah dan kewilayahan.

"Dengan ditetapkannya gamelan sebagai warisan budaya tak benda maka diharapkan gamelan bisa dibumikan kembali. Tidak hanya di dunia pendidikan, namun juga masyarakat umum," kata Teguh.

Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna membeberkan sejarah pengajuan gamelan sebagai warisan budaya tak benda itu. Perjuangan itu awalnya diinisiasi oleh komposer gamelan sekaligus guru besar ISI Surakarta Rahayu Supanggah sejak 2017. Usulan itu kemudian ditangkap oleh civitas akademika ISI dengan menggodok berkas modal pengajuan ke UNESCO. Perjalanan panjang mamatenkan budaya Indonesia itu sebagai warisan dunia itu berbuah manis pada 15 Desember 2021 lalu.

"Selama ini gamelan sudah banyak dikenal di mancanegara. Amerika memiliki 600-700 perangkat gamelan, di Eropa khususnya Belanda dan Jerman ada sekitar 450 perangkat lebih. Dari data itu ada kekhawatiran kalau gamelan ini akan diklaim negara lain. Makanya kami mengusulkannya sebagai warisan budaya tak benda dari Solo sebelum ada yang mendahului," beber dia.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian itu, konser akbar akan dihelat di Pendapa Balai Kota Surakarta pada 16 September. ISI berencana menghadirkan berbagai macam gamelan dari seluruh Indonesia. Pengusulan gamelan sebagai warisan budaya tak benda dari Solo ini karena selama ini gamelan lebih dikenal dari Kota Solo, bukan Bandung maupun Jogjakarta. Bahkan industry gamelan juga terdapat di Bekonang, Sukoharjo.

"Kami meminta Mas Wali untuk menerima sertifikatnya. Soal kelanjutan dan keberlangsungan di sekolah atau kelurahan, tinggal tunjuk pelatih dari lulusan SMKI atau ISI pasti bisa jalan," tutur Nyoman. (ves/bun) Editor : Damianus Bram
#unesco #isi surakarta #gamelan #Konser Gamelan #Wakil Wali Kota Surakerta Teguh Prakosa