Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Kurleni Ukar mengatakan, festival ini kembali masuk Kharisma Event Nusantara (KEN), bahkan jadi sepuluh besar event terbaik yang dihelat sepanjang 2022 ini.
Pada gelaran kali ini, tema The Kingdom and Umbrella atau kerajaan dan payung tampak menyatu dengan suasana Pura Mangkunegaran yang dihiasi berbagai karya seni yang ada di dalamnya.
"Festival Payung Indonesia diharapkan bisa menjadi event yang melibatkan banyak partisipasi masyarakat, khususnya perajin payung yang tradisi dan kreasi," kata dia di sela pembukaan Festival Payung Indonesia di Pura Mangkunegaran.
Kemenparekraf menilai event ini berhasil dalam penyelanggraannya lantaran melibatkan para pengrajin payung tradisi dan kreasi, beragam komunitas kreatif, pelestari seni tradisi, seniman kontemporer fashion designer dan sebagainya sehingga memiliki daya tarik wisata dengan nilai-nilai pariwisata berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kreatif dan mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Kemenparekraf sangat mendukung penyelenggaraan event yang berkualitas sebagai media promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Event ini mampu menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19," beber Ukar.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi event ini. "Semua event ya pasti bagus impact-nya. Ini kan masuk sepuluh besar event terbaik Kemenparekraf. Nanti acara besar, outdoor seperti ini kita genjot sampai akhir tahun," imbuh Gibran saat ditemui terpisah. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram