Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufiq Muhammad membenarkan penutupan Jembatan Jurug B itu akan dilakukan selama proyek berlangsung. Bersamaan dengan itu Jembatan Jurug A (jembatan kecil paling utara) juga akan ditutup demi alasan keamanan karena konstruksinya sudah cukup tua.
"Selama penutupan jembatan B kami berlakukan contraflow di jembatan C. Jadi bisa untuk dua arah. Tapi yang bisa melintas jembatan C hanya kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil. Kalau truk dan bus besar langsung dialihkan lewat tol," kata dia, Rabu (7/9).
Kepadatan arus kendaraan di kawasan Jurug diprediksi bakal cukup tinggi mengingat adanya pekerjaan Rel Layang Joglo dan revitalisasi Jembatan Mojo beberapa bulan setelahnya. Kendaraan yang memutar dengan mengambil arah Joglo diperkirakan akan menimbulkan kepadatan lain. Begitu juga kendaraan diminta menghindari Jembatan Mojo pada beberapa bulan ke depan. Lebih-lebih saat dua lokasi itu akan ditutup total.
"Kalau sekarang masih bisa melintas di Joglo, tapi nanti juga akan ditutup total. Sementara Jembatan Mojo ditutup selama dua bulan mulai 3 Oktober. Kami mohon pengertian masyarakat," beber Taufiq.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka bakal melakukan sosialisasi secara masif untuk meneruskan informasi terkait pekerjaan infrastruktur di Solo yang menimbulkan pengalihan arus kendaraan. Masyarakat diminta bijak dalam memilih waktu perjalanan dan rute alternatif terbaik agar tidak terjebak macet. Tak hanya itu, pemkot juga siap menyesuaikan jam masuk sekolah, terutama yang dekat dengan lokasi proyek.
"Mending berangkat lebih pagi. Yang penting warga tahu mana saja yang ditutup. Kalau ada beberapa titik yang terdampak nanti jadwalkan diubah menjadi siang. Nggak apa-apa," imbuh Gibran. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram