Diikuti sebanyak 72 peserta yang dibagi menjadi tiga sesi, yakni devile; royal kingdom, heritage heredity, dan empire intergalactic, mereka tampil dengan busana batik yang mengombinasikan antara modern dan kreatif.
“Kegiatan ini dimeriahkan peserta dari berbagai kota. Tidak ada batasan usia, semua bisa berpartisipasi,” ujar koordinator acara Vici Puspitakusuma Bhuwana.
Busana terbaik hasil penjurian akan diumumkan 9 Oktober. Diharapkan, SBC ke-13 mampu menunjukkan bahwa batik tidak hanya sebagai bahan jarit maupun baju, tapi juga kostum mewah. “Semoga ke depan lebih banyak yang bergabung,” harapnya.
Sementara itu, Derry Pradana Putra, peserta asal Semarang membawakan busana bertema heritage heredity. Dia menghabiskan Rp 4,5 juta untuk merancang kostum glamour tersebut. (mg7/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono