Tempat Istirahat Copet ini difungsikan sebagai lokasi aduan jika ada kehilangan. Lokasi ini juga akan sebagai tempat untuk memberikan sanksi sosial dan efek jera pada pelaku copet yang tertangkap.
"Kalau nanti ketangkap, copetnya akan kami pertontonkan di tempat ini. Sehingga para copet akan berpikir ulang untuk beraksi," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufiq Muhammad.
Sebelum posko ini dirikan, dishub biasa menerima 4-5 laporan kehilangan dari warga di setiap momen CFD. Baik berupa kehilangan handphone atau jenis barang lainnya.
"Dulu di terminal juga banyak sekali laporan, kemudian didirikan Pos Copet terjadi penurunan laporan. Harapan kami dampaknya juga bisa sama seperti yang ada di terminal," beber Taufiq.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan membenarkan bahwa gelaran CFD sempat diwarnai dengan pelaporan warga terkait kehilangan barang pribadinya.
"Beberapa kali sempat ada temuan dompet yang surat-suratnya lengkap ditemukan di area pertamanan sepanjang CFD, tapi sudah tidak ada uangnya. Jadi copetnya hanya mengambil uang, dompetnya dibuang. Temuan ini juga kami teruskan ke pihak berwajib. Dengan posko ini harapannya aksi pencopetan bisa dihindari," harap Arif. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram