Hal ini ditegaskan Kepala SMAN 6 Solo Wunarso, Senin (17/10). Dia menegaskan, Jokowi tercatat sebagai siswa di sekolah tersebut sejak 1977, dengan nomor induk siswa (NIS) 60299.
"Masih tersimpan rapi di arsip kami. Baik dalam bentuk digital maupun fisik. Yang bentuk fisik juga masih ada, masih asli dengan tulisan tangan dan tersimpan rapi," ujarnya.
Dijelaskan Wunarso, Jokowi dinyatakan lulus SMA pada 1980. Kemudian melanjutkan studi ke Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.
"Nilai kelulusan beliau sangat tinggi ya, sehingga bisa diterima di salah satu kampus favorit itu. Dari catatan juga beliau sempat menyandang status juara umum," papar Kepsek.
Disinggung soal isu yang beredar jika Jokowi bersekolah di Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP), Wunarso mengungkap, memang saat Jokowi mendaftar sebagai siswa, SMA 6 masih bernama SMPP.
"Sekolah ini berdiri tahun 1975, dengan nama SMPP itu," ungkapnya.
"Tapi kemudian pada tanggal 1 Agustus 1979, muncul SK (surat keputusan) dari kantor wilayah departemen pendidikan dan kebudayaan, SMPP menjadi SMA 6. Dikuatkan dengan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 9 Agustus 1985," urai Wunarso.
Sehingga, lanjut dia, soal nama sekolah tak bisa jadi alasan disangsikannya ijazah Jokowi. "Ini kan sama seperti dulu. Kita kenal ada SMEA, kemudian ada STM, sekarang diubah menjadi SMK," tegasnya.
Sri Haryanti Ningsih, guru mata pelajaran kimia yang pernah mengajar Jokowi selama 3 tahun juga memastikan, Jokowi merupakan murid sekolah tersebut.
“Pak Jokowi sendiri dibanding dengan siswa yang lain untuk pelajaran kimia beliau senang. Tahun 2015 saya diundang ke Jakarta, beliau masih ingat saya. Di kalangan murid lain beliau paling aktif di kelas," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Rianti Lesmani, teman seangkatan Jokowi di SMA. Wanita ini menyampaikan, sejak masih duduk di bangku sekolah, sikap kepemimpinan Jokowi memang sudah terbentuk.
"Supel sekali orangnya. Dengan siapa pun pasti menyapa. Kemudian bisa memberikan solusi kalau temannya ada masalah," ucap dia.
Rianti sangat menyesalkan pihak-pihak yang menyangsikan ijazah Jokowi, bahkan menyebar isu soal ijazah palsu Jokowi.
"Kalau ijazah beliau palsu berarti punya kami palsu juga. Padahal ijazah ini yang kami gunakan untuk kehidupan ke depan setelah terbit dulu. Ada yang untuk kuliah lagi ada yang untuk kerja, buktinya sah dan terpakai," pungkasnya. (atn/ria) Editor : Syahaamah Fikria