Wakil Ketua Kwarcab Kota Surakarta Bidang Abdimas Gatot Sutanto menjelaskan, dana hibah yang digelontorkan senilai Rp 210 juta. Rencananya, hanya sebagian saja dari dana hibah tersebut yang akan digunakan untuk mempercantik Taman Sekartaji.
“Penataan tamannya tetap di Dinas Lingkungan Hidup. Nanti dari pramuka dan unsur relawan lainnya, membantu melakukan penataan. Semisal menyiapkan sejumlah lokasi dan perlengkapan outbound,” kata Gatot dia dijumpai di Taman Sekartaji, Rabu (26/10).
Gatot menilai, Taman Sekartaji berpotensi dikemas sebagai wahana outing class. Tidak sekadar ruang terbuka hijau dan taman kota saja. Nantinya, akan dikonsep sebagai lokasi outbound, dengan memanfaatkan lahan, pepohonan, dan aliran Kali Pepe.
“Nanti akan kami bisa buat area outbound seperti flying fox, perahu, permainan air, ketangkasan, hingga pengolahan pupuk. Sasaranya anak-anak muda. Jadi biar lokasinya tidak hanya dipakai untuk nongkrong. Kemungkinan keperluan outbound-nya sekitar Rp 50 juta,” imbuh Gatot.
Rencana penataan Taman Sekartaji tersebut, tinggal menunggu lampu hijau dari pemkot. Harapannya, ke depan unsur kerelawanan juga bisa memanfaatkan taman tersebut.
“Konsepnya kami paparkan dulu, tinggal nanti DLH yang memutuskan. Manfaatnya pasti banyak. Selain itu pemerintah terbantu dalam perawatan dan pengawasan. Karena ada relawan yang standby di lokasi,” bebernya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Surakarta Ana Nugroho mendukung penataan Taman Sekartaji. Karena selama ini, pengelolaan dan pengawasan taman kota terkendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
“Pengelolaan secara langsung oleh relawan, bisa meningkatkan rasa handarbeni. Sehingga (taman kota) bisa berfungsi lebih baik lagi. Semoga warga juga ikut merawat, kalau nantinya sudah jadi,” ungkapnya. (ves/fer/dam) Editor : Damianus Bram