Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pemkot Surakarta Subsidi Rp 3,3 Miliar, BST Tetap Gratis Hingga Akhir Tahun

Damianus Bram • Senin, 31 Oktober 2022 | 14:00 WIB
MASIH BERLAKU: Penumpang BST-feeder tetap bisa menikmati fasilitas gratis hingga akhir tahun karena ada subsidi dari pemkot. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
MASIH BERLAKU: Penumpang BST-feeder tetap bisa menikmati fasilitas gratis hingga akhir tahun karena ada subsidi dari pemkot. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Layanan buy the service atau subsidi tarif bagi penumpang Batik Solo Trans (BST) dan feeder mulai hari ini seharusnya sudah tidak gratis lagi. Setiap penumpang dikenai tarif Rp 3.700 per orang. Namun, Pemkot Surakarta menggelontorkan Rp 3,3 miliar untuk menanggung subsidi agar penumpang tetap gratis hingga akhir tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Taufiq Muhammad mengatakan, ketentuan dari pemerintah pusat mulai 31 Oktober ini untuk tarif umum di Solo Rp 3.700 per orang mulai berlaku hari ini. Sedangkan pelajar, lansia dan difabel masih digratiskan. Namun, pemkot mengambil langkah progresif dengan memberi subsidi sampai akhir tahun dari APBD Kota Surakarta.

“Dari pemerintah pusat itu yang masih gratis untuk lansia, difabel, dan pelajar. Tapi kebijakan wali kota seluruh penumpang tetap gratis sampai akhir tahun. Nah, mekanisme gratisnya penumpang umum ini karena dibayar oleh APBD Kota Surakarta. Jumat (28/10) lalu kami komunikasikan dengan pemerintah pusat dan direspons dengan baik,” kata Taufiq.

Dengan kebijakan ini, Kota Solo menjadi satu-satunya kota yang masih menggratiskan biaya operasional program Teman Bus kepada seluruh penumpangnya. Untuk menambal biaya itu pemkot menggelontorkan anggaran Rp 3,3 miliar dari APBD Perubahan 2022. Dari hitung-hitungan itu, anggaran sebesar itu mampu menyubsidi ongkos perjalanan bagi penumpang umum hingga akhir 2022 nanti.

“Sembilan kota yang lain sudah mulai berbayar, yang masih mengratiskan penumpang umum hanya Solo karena dibayar oleh APBD. Untuk 2023 masih kami matangkan,” ujarnya.

Meski gratis kata Taufiq, penumpang wajib membayar dengan sistem nontunai atau dengan kartu e-money. Dishub akan bersikap tegas melarang penumpang yang naik tanpa e-money.

“Secara prinsip BST-feeder ini sudah berbayar untuk penumpang umum, makanya wajib taping kartu e-money. Saat mereka taping, saldo tidak akan berkurang karena disubsidi pemkot,” ujar dia.

Bagi penumpang yang tidak pakai e-money maka akan diturunkan. Mengapa harus taping? Ini penting untuk menghitung load capacity BST-feeder. Sebab, ini nanti akan berpengaruh pada subsidi dari pemkot.

Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dishub Surakarta Yulianto yakin masyarakat sudah memahami kemanisme dan aturan ini. Meski diakui potensi gesekan atau laporan dari masyarakat tetap ada. Ini akan menjadi bahan evaluasi dishub.

“Sebetulnya kartunya ini kan mudah didapat. Sama seperti yang dipakai di tol dan lainnya. Jadi tidak perlu khawatir,” kata Yulianto.

Agar lebih masif, dishub secara bergiliran masuk ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan transportasi perkotaan via BST-feeder. Para siswa diajak untuk naik transportasi umum ini dari halte-halte terdekat di sekolah masing-masing sembari dikenalkan layanan BST-feeder. Mulai dari mengenal rute, hingga titik penurunan dan penjemputan penumpang yang tersebar di seluruh Kota Bengawan hingga ke kabupaten sekitar.

Sosialisasi penggunaan BST-feeder juga akan masif dilakukan seiring diluncurkannya program Sobat Slamet (Sosialisasi Bareng Tamasya lan Sinau Keselamatan Ketertiban). Program yang menjurus ke konsep wisata menggunakan transportasi wisata milik pemkot itu memungkinkan jadi media sosialisasi untuk meneruskan kebijakan-kebijakan pemerintah terkait layanan transportasi publik di Kota Bengawan.

“Program ini konsepnya untuk edukasi dan wisata, namun juga bisa untuk sosialisasi terkait layanan-layanan transportasi publik di Solo,” tambah Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo.

Terpisah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka membenarkan, pemkot masih mengratiskan biaya penggunaan BST-feeder hingga akhir tahun ini. Pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 3,3 miliar untuk subsidi biaya tarif. Anggaran ini diambilkan dari dana pengendalian inflasi.

Duite masih ada untuk subsidi (penumpang BST-feeder). Tapi mulai sekarang naiknya harus selalu tap e-money. Tahun depan kami lihat dulu. Kalau masih bisa gratis ya gratis. Kalau beban anggarannya nggak bisa ya bayar,” beber Gibran saat ditemui di car free day, kemarin. (ves/bun/dam)

Tanpa E-Money Dilarang Naik
Editor : Damianus Bram
#BST #buy the service #teman bus #batik solo trans #Dishub Kota Surakarta #Feeder BST #BST Gratis