Ganjar menitipkan tiga pesan kepada ribuan siswa di Stadion Manahan untuk mencapai cita-citanya. Mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, menghindari bahaya narkoba dan mencegah anak untuk melakukan pernikahan dini.
Kampanye dan sosialisasi untuk anak-anak muda agar menyiapkan masa depannya dengan baik juga wajib dilakukan pemprov lewat dinas pendidikan. Guna mendukung tercapainya tujuan tersebut, pemprov telah membentuk gerakan pencegahan pernikahan dini di kalangan pelajar.
“Kami bentuk gerakan ojo kawin bocah, agar pernikahan dini itu bisa kami kurangi. Memang ada peningkatan kalau berdasarkan data, maka kami ajak anak muda ini terus untuk berkegiatan dengan cara memberikan banyak ruang-ruang kreatif bagi anak,” ujarnya usai menghadiri penutupan Festival Pelajar Nusantara (FPN), Senin (31/10).
Pembukaan ruang-ruang kreatif bagi para pelajar diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi para generasi muda untuk ikut berkontribusi membangun bangsa. Pemberian ruang kreativitas bagi para siswa juga dapat digunakan sebagai apresiasi bagi para siswa.
“Negara memberikan fasilitas pendidikan bagus sampai perguruan tinggi. Maka kita harus kawal mereka agar mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki. Ini juga sebagai upaya untuk mencegah pernikahan dini semakin meningkat,” ucapnya.
Ganjar juga memberikan peringatan keras kepada para tenaga pendidik agar tidak terlibat dalam aktivitas teroris. Para guru sebagai fasilitator dunia pendidikan memiliki peran penting untuk mendidik anak sesuai dengan tujuan pendidikan bangsa.
“Jadi tidak hanya pelajar, tetapi guru pun kami titipi agar bisa menyaring dan jangan sampai ikut terlibat (terorisme). Ini sudah saya kasih peringatkan sangat keras, dan terus kami sosialisasikan. Hati-hati juga dengan narkoba. Jangan sampai menggunakan narkoba karena itu akan mengganggu cita-citamu,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menuturkan, memang sempat ada peningkatan jumlah perkawinan dini sejak masa pandemi. Masalah ekonomi dan ditutupnya sekolah saat pandemi menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya pernikahan dini. Pencegahan pernikahan dini pada anak remaja juga menjaga agar jumlah stang tidak semakin meningkat.
“Memang meningkat ini selama masa pendemi kemarin, meski jumlahnya tidak banyak. Tetapi kalau dihitung persenan memang naik. Menikah dini itu juga risiko stunting-nya tinggi,” ungkap Gibran. (mg7/ian/bun/dam) Editor : Damianus Bram