Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pemkot Sediakan Anggaran Rp 2 Miliar untuk Penataan Segaran dan Akses Jalan

Damianus Bram • Selasa, 8 November 2022 | 14:30 WIB
SERIUS DITATA: Kerja bakti di Segaran kawasan Sriwedari, Minggu (6/11) kemarin. Kawasan ini bakal dipercantik menjadi taman air yang bisa dinikmati masyarakat umum. Selain itu juga akan ada akses penghubung pintu utara dan selatan. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SERIUS DITATA: Kerja bakti di Segaran kawasan Sriwedari, Minggu (6/11) kemarin. Kawasan ini bakal dipercantik menjadi taman air yang bisa dinikmati masyarakat umum. Selain itu juga akan ada akses penghubung pintu utara dan selatan. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Kerja bakti massal di Taman Sriwedari, Minggu (6/11) lalu menunjukkan keseriusan pemkot dalam penataan kawasan Sriwedari. Selanjutnya akan dilakukan penataan akses jalan dan segaran. Untuk proyek ini sudah disiapkan anggaran Rp 2 miliar dari APBD 2023.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki mengatakan, lanjutan dari penataan kawasan Taman Sriwedari baru akan dilakukan 2023. Ada penataan di sejumlah titik.

"Tahun  ini kan tidak ada anggarannya, jadi kami pakai anggaran pemeliharaan saja dengan memaksimalkan alat-alat yang ada. Baru pada 2023 nanti mulai menata akses jalan dan segarannya," kata dia, Senin (7/11).

Penataan akses jalan pada 2023 melanjutkan pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan pada November dan Desember tahun ini. Dua bulan ini DPUPR akan membuat alur jalan akses yang menghubungkan dua pintu masuk Taman Sriwedari dari sisi utara dan selatan. Meski belum mematok unsur standar, DPUPR berupaya agar akses jalan itu tetap layak dilintasi baik bagi pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor.

"Meski seadanya tapi akses jalannya ya tetap layak digunakan. Artinya ora jeglong saat dilewati. Kami juga akan pasang lampu penerangan dulu, baru nanti di 2023 mulai penataan sesuai standar" terang Nur Basuki.

Untuk penataan segaran, sambung dia, DPUPR akan fokus pada perbaikan drainase atau saluran air yang terhubung dengan segaran. Segaran akan dikembalikan menjadi taman air.

"Kalau untuk persiapan (pekerjaan pemeliharaan/membuat akses jalan) paling hanya butuh waktu seminggu atau dua minggu pengerjaan. Kami maksimalkan kembali jadi taman kota dan taman air," terang dia.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surakarta Budi Murtono memahami bahwa anggaran Rp 2 miliar tidak akan memberikan dampak besar pada penataan kawasan Sriwedari pada 2023. Meski demikian, dia yakin bisa mengalokasikan anggaran-anggaran lain untuk digunakan sebagai modal guna melanjutkan penataan Taman Sriwedari.

“Nanti bisa dialokasikan lagi untuk penataan selanjutnya. Kami sudah sepakat dengan DPRD, secara bertahap akan menata Sriwedari. Akhir 2022 dan awal 2023 yang penting akasesnya kita buka dulu, selanjutnya ditata pelan-pelan," tutur Budi. (ves/bun/dam)

Menata Kawasan Sriwedari
Editor : Damianus Bram
#Taman Sriwedari #Penataan Sriwedari #Revitalisasi Taman Sriwedari #DPUPR Kota Surakarta #penataan kawasan Sriwedari #BPKAD Kota Surakarta