Disinggung soal alasan tanggal peresmian yang diajukan, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku perubahan itu disesuaikan dengan jadwal kunjungan Presiden Jokowi. Informasi yang didapatnya, peresmian dilakukan setelah Presiden Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-40 dan ke-41 ASEAN, serta KTT terkait lainnya berlangsung di Kamboja, 10-13 November mendatang.
"Saya juga baru tahu peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dimajukan. Jadi setelah balik dari Kamboja langsung ke Solo. Nanti satu hari sebelum peresmian akan ada pengukuhan imam dan pengurus," terang Gibran.
Putra Presiden Joko Widodo tersebut mengakui, menerima kabar perubahan jadwal ini Kamis pagi, dan cukup mendadak. Oleh sebab itu dia mendampingi kunjungan Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Diana Kusumastuti, kemarin sore. Kunjungan terbilang dadakan dan dilakukan tertutup, termasuk tanpa melibatkan awak media.
"Sore ini (kemarin) mendampingi pengecekan masjid oleh bu dirjen. Agendanya pengecekan dan pemasangan karpet," ungkap Gibran, kemarin.
Beberapa waktu lalu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan catatan pada masjid ini untuk segera dibenahi. Mulai dari pembenahan font informasi, pembesaran ukuran Asmaul Husna, penambahan kaca, perbaikan keramik boncel, serta pertamanan yang ada di sekitar area masjid. Gibran memastikan upaya penyelesaiannya sedang dikebut.
"Masukan pak menteri PUPR soal sejumlah bagian yang perlu dirapikan dan diperbaiki, sudah ditindaklanjuti," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki memastikan pekerjaan pengaspalan jalan dan pembuatan akses keluar masuk Masjid Zayed di Jalan Ahmad Yani rampung, awal pekan ini. Pihaknya memastikan keseluruhan pengerjaan aksesibilitas akan selesai lebih cepat. "Akses jalan uwes rampung. Sudah selesai diaspal," beber Nur Basuki. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram