Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masjid Raya Sheikh Zayed: Pusat Kajian Islam sekaligus Destinasi Wisata Religi

Damianus Bram • Selasa, 15 November 2022 | 02:00 WIB
MEGAH: Arsitektur Masjid Raya Sheikh Zayed mengundang daya tarik karena merupakan miniature Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, UEA. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
MEGAH: Arsitektur Masjid Raya Sheikh Zayed mengundang daya tarik karena merupakan miniature Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, UEA. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Keberadaan Masjid Raya Sheikh Zayed ini disambut antusias warga Kota Bengawan. Harapannya selain bisa menjadi pusat kajian keislaman juga sebagai destinasi wisata religi.

Wahyuningsih, 44, mengaku takjub melihat keindahan masjid raya yang baru saja diresmikan presiden RI dan presiden UEA itu.

Warga asli Banjarsari ini sengaja datang sejak pagi agar bisa menyaksikan seluruh prosesi peresmian masjid tersebut. Harapan itu akhirnya kesampaian, usai diresmikan sekitar pukul 08.00, ratusan warga langsung masuk ke area luar masjid untuk menikmati kemegahan masjid yang didesain menyerupai Masjid Putih UEA itu.

Photo
Photo
MOMENT: Sejumlah warga mengabadikan momen saat berkunjung di Masjid Raya Sheikh Zayed, Senin (14/11). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

"Megah, mewah, keren, dan spektakuler. Saya datang sejak pagi karena pengen liat peresmian," kata dia.

Dia berharap masjid raya itu bisa jadi destinasi wisata baru di Solo utara, plus jadi pusat kajian Islam di Kota Bengawan. Dia juga meminpikan suatu saat masjid itu dilengkapi dengan area yang bisa digunakan oleh pelaku UMKM agar manfaatnya makin besar dan banyak dirasakan masyarakat.

"Harapannya bisa jadi destinasi wisata dan Islamic Center-nya Solo. Ada perpustakaannya dan ada juga lokasi untuk memfasilitasi UMKM," harap dia.

Hal serupa diungkapkan salah seorang pengunjung lainnya, Ismail, 44. Meski tidak sempat menyaksikan peresmian, warga Kalimantan Tengah yang sedang mengikuti giat haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy ini sengaja mampir usai mendapat kabar bahwa ada masjid baru di Solo utara.

"Saya ke Solo sebetulnya untuk ikut dalam kegiatan Haul Habib Ali. Lalu dapat kabar ini langsung kami datangi. Penasaran ingin melihat ke lokasi," terang dia.

Meski sudah diresmikan presiden, namun masjid ini belum bisa difungsikan normal. Sebab, masih menunggu serah terima resmi dari kontraktor maupun kedutaan besar UEA.

Wakil Ketua Harian Pengelolaan Harian Masjid Raya Sheikh Zayed, KH Abdul Karim mengatakan, pasca peresmian belum ada aktivitas peribadatan resmi dan tidak ada satupun jadwal kunjungan wisata religi.

"Masih menunggu serah terima proyek dari kontraktor dan kedutaan besar dulu. Jadi masih tertutup (untuk umum) dan belum ada kunjungan. Kontraktornya masih butuh waktu untuk menuntaskan pekerjaan," ungkap ulama yang akrab disapa Gus Karim ini usai peresmian kemarin.

Terpisah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, kontraktor masih memerlukan waktu tambahan guna penyempurnaan tahap penyelesaian Masjid Raya Sheikh Zayed. Dalam beberapa waktu ke depan masjid raya belum difungsikan secara normal.

"Kan peresmian masjidnya dipercepat, jadi ada beberapa yang harus diselesaikan. Sebenarnya sebagian besar pengerjaan sudah selesai, tapi tunggu finishing dulu sebentar ya," beber Gibran. (ves/bun/dam)  Editor : Damianus Bram
#Masjid Sheikh Zayed #Sheikh Zayed Grand Mosque Solo #Wisata Religi #Masjid Raya Sheikh Zayed #Peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed