Kedatangan Wali Kota Gibran disambut senyum hangat Anis Basedan dari pintu utama Novotel Hotel Solo sekitar pukul 07.40 WIB. Diawali saling berjabat tangan, keduanya beranjak ke Restoran Handrawina yang ada di dalam hotel.
Meja yang ada di sudut restoran jadi pilihan mereka untuk memulai pembicaraan sembari menanti menu yang dipesan. Keduanya tampak akrab walau sesekali menunjukkan raut serius dalam beberapa waktu sepanjang pertemuan itu.
Sekitar 40 menit sarapan sambil ngobrol, kemudian keduanya meninggalkan restoran dengan tampilan yang berbeda. Sudah mengenakan peci dan sarung lantaran hendak mengadiri acara Haul ke-111 Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di kawasan Pasar Kliwon.
"Alhamdulillah pagi ini saya bersyukur bisa datang ke Solo. Kami berencana akan datang ke Haul (Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsy). Ngobrol santai saja dengan Mas Gibran sambil sarapan," kata Anies
Calon presiden (capres) yang diusung Partai Nasdem itu mengaku tidak ada obrolan atau agenda politik yang dibahas dengan putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut. Obrolan dalam santap pagi bersama itu hanya seputar tata kelola pemerintahan dan transportasi publik.
"Kita sharing pengalaman karena sama-sama mengelola sebuah kota. Di Jakarta walau namanya gubernuran, juga sama dengan Solo, juga begitu. Solo sekarang rapi, bersih, mudah-mudahan makin maju. Tadi kami ngobrol soal kendaraan umum, tentang pengalaman dan pengembangan kendaraan umum, mudah-mudahan bermanfaat," papar Anies.
Gibran membenarkan obrolan seputar tata kelola pemerintahan dan sistem transportasi publik. Dia pun menampik adanya obrolan seputar politik bersama mantan gubernur DKI Jakarta itu.
"Seperti yang disampaikan Pak Anies tadi, kita banyak bicara masalah transportasi umum dan permasalahan problem-problem di kota. Kalau masalah transportasi, kita bisa jadikan percontohan tentu saja Jakarta ya. Kalau di Solo kan banyak sekali warga yang commute ke Solo, banyak yang dari Jogja juga naik KRL. Ke depan harus kita perbanyak, harus kita masifkan transportasi umum," beber Gibran. (ves/ria) Editor : Syahaamah Fikria