Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Agus Santoso menjelaskan banyak kendaraan milik jamaah nekat parkir dibahu jalan. Mulai dari simpang empat gemblengan. "Ada bus, ada kendaraan pribadi. Membuat macet karena mereka parkir sampai tiga lapis," papar Agus
Akibatnya, arus kendaraan dari arah selatan yang melintas kearah Gading serta Gemblegan sempat terhenti. Petugas harus bekerja ekstra untuk memutar balik kendaraan yang akan melintas. "Untuk kendaraan yang mau ke acara haul tadi, langsung kita arahkan ke 5 kantong parkir disiapkan petugas," jelas Agus
"Kita paham, psikologis massa, ketika mencari lokasi parkir pasti mencari yang terdekat dari venue acara. Tapi apa yang dilakukan berdampak pada arus lalu lintas. Ini menjadi catatan kami ya. Acara masih sampai besok (hari ini). Semoga Tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan," kata Agus.
Hal senada juga diungkapkan Kabid Lalulintas Dishub Surakarta Ari Wibowo. Dia menjelaskan memang di lima kantong parkir yang disiapkan Dishub dalam acara Haul padat, namun masih bisa menampung kendaraan para jamaah yang datang. "Spacenya masih muat, tapi karena ingin cepat sampai ke lokasi, mereka jadi parkir sembarangan," ujarnya.
"Kita mau mencari yang punya kendaraan juga tidak bisa, karena walau dengan pengeras suarapun, pasti sulit, mau diderekpun juga sulit. Sehingga tadi kita hanya bisa menunggu yang punya mobil kembali. Setelah itu apabila ada yang mau parkir lagi, kita arahkan ke lokasi yang kita siapkan," papar Ari
Soal kepadapadan arus, lanjut Ari, kepadatan arus sempat tejadi diruas jalan Tanjung Anom, Yos Sudarso, serta jalan Brigjen Sudiarto hingga Slamet Riyadi yang diberlakukan contraflow. Arus pada terjadi sekitar pukul 08.00 hingga pukul 10.00. berbarengan antara jam kerja serta peserta yang mulai berdatangan.
"Selain menempatkan personil, kita juga mengalikan pengaturan Apil. Jadi kita lihat dari CC Room, jadi ketika ada arus padat kita percepat apilnya. Kemudia juga kita lakukan Flasshing juga secara manual disimpang empat Dawung, Gemblegan, nonongan, Sangkrah," jelas Ari. (atn/dam) Editor : Damianus Bram