Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Haul Habib Ali Lancar Digelar, Panitia: Antusiasme Jamaah Luar Biasa   

Syahaamah Fikria • Rabu, 16 November 2022 | 21:31 WIB
Para jamaah ziarah di tiga makam keturunan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. (MANNISA/RADAR SOLO)
Para jamaah ziarah di tiga makam keturunan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. (MANNISA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Puluhan ribu jamaah berduyun-duyun menuju kawasan Jalan Kapten Mulyadi kawasan Pasar Kliwon, Solo. Padahal langit Kota Bengawan masih petang kala itu. Mereka hendak mengikuti rangkaian acara hari terakhir Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-111, Rabu (16/11) pagi.

Saat adzan salat Subuh dikumandangkan, jamaah di luar Masjid Riyadh menggelar plastik di tempat mereka berpijak. Habib Ali bin Hasan, putra imam Masjid Riyadh yang mewakili keluarga mengungkapkan kekagumannya melihat antusiasme jamaah. Di mana para jamaah rela mengupayakan segala cara untuk beribadah.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Jamaah yang hadir lebih dari yang kemarin (15/11). Ketika salat Subuh, saya dengar para jamaah menggelar plastik atau sajadah kecil untuk salat di tempat. Katanya sampai di dekat Rumah Sakit Kustati paling ujung,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Usai salat fardhu dua rakaat dikerjakan, lantunan Kitab Maulid ala Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menggema. Umat di dalam maupun di luar masjid ikut menyelami syair kerinduan Rasulullah SAW ala sang habib.

Suasana terasa makin khidmat saat pembacaan Mahalul Qiyam. Setiap orang yang hadir langsung berdiri ketika mendengar lantunan pujian terhadap pribadi mulia Nabi Muhammad SAW tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya sampai meneteskan air mata.

Acara dilanjutkan dengan ziarah di tiga makam keturunan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Yakni Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi yang diapit makam Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi dan makam Habib Ahmad bin Ali Al-Habsyi.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 06.09, roti, sayur bayam, plus daging mulai dibagikan kepada para jamaah. Mereka dengan lahap memakan hidangan yang tersaji dalam nampan tersebut. Maklum, makanan ini hanya keluar satu tahun sekali.

“Makanan Alhamdulillah sudah habis. Kami keluarkan semuanya,” ungkap Habib Ali.

Meski acara sudah kelar, ternyata masih banyak jamaah yang berziarah. Biasanya bisa sampai malam hari atau bahkan di hari berikutnya. Langkah mereka tergerak atas dorongan rasa cinta yang besar kepada para orang-orang saleh.

“Mungkin ada yang bermalam lagi. Kemarin itu yang menginap di masjid full. Istilahnya, mereka benar-benar menunggu acara ini. Jadi sudah tidak keluar (dari masjid,Red). Ambil contoh saat acara maulid tadi. Dari jam 12 sampai 1 pagi, jamaah menetap di masjid. Mereka menunggu sampai waktu Subuh tiba,” tambahnya.

Kelancaran perhelatan ini membuat penyelenggara bernapas lega dan bahagia. Dia berharap perkumpulan positif seperti ini bisa terjadi terus menerus. Tentu dengan perbaikan atas kekurangan-kekurangan.

“Alhamdulillah kami senang, perkumpulan seperti ini kan insya Allah positif untuk masyakarat, perekonomian, dan sebagainya. Mudah-mudahan di tahun yang akan datang, pelaksanaannya lebih teratur lagi. Mulai dari pedagang kaki lima, kebersihan, dan lain sebagainya. Kemudian kerja sama antara panitia dan pemerintah bisa lebih bagus lagi,” pungkasnya. (nis/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#haul habib ali bin muhammad al habsyi #Majid Riyadh #haul habib ali