Selain melakukan long march, pihak Ponpes DIMSA juga menyerahkan bantuan logistik untuk dapur umum muktamar.
Direktur Ponpes Dimsa Ali Rosidi menuturkan, long march diikuti 161 santri Ponpes Dimsa yang berasal dari siswa kelas VII, VIII, IX, dan X SMPdan MI Dimsa, didampingi 22 ustad.
“Long march santri Ponpes Dimsa dimulai dari Masjid Raya Al Falah Sragen, Selasa sore (15/11/2022) bakda Maghrib. Para santri beristirahat di tiga lokasi, yakni Masaran, Kebakkramat, dan Kota Solo. Setelah melakukan long march selama 12 jam, akhirnya rombongan santri Ponpes Dimsa tiba di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Rabu pagi (16/11/2022) pukul 06.30,” ungkap Ali Rosidi.
Untuk mengikuti long march, baik santriwan maupun santriwati harus melewati skrining serta izin orang tua. “Alhamdulillah, jumlah santri kami 500. Sebanyak 161 santri lolos skrining dan mendapat izin wali murid,” jelasnya.
Ali Rosidi menambahkan, long march santri DIMSA ini merupakan upaya memupuk nilai heroisme dalam Muhammadiyah. Sekaligus menyinergikan komponen persyarikatan untuk mendukung kesuksesan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Menerima kedatangan para santri DIMSA, Ketua Panitia Penerima Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si tak kuasa menahan tangis.
“Saya berasa bangga, bersyukur, dan trenyuh melihat santri ini melakukan long march dari Sragen-Solo, berjalan selama 12 jam dan tiba disini tadi pagi jam 07.30,” ungkap rektor UMS.
Yang dilakukan santria DIMSA memperlihatkan ketangguhan, kekuatan secara fisik dan rohani, sehingga dapat menunjukkan identitas kader Muhammadiyah nomor satu.
“Sehingga saya tidak hanya melihat bantuan dalam bentuk sembako, tapi juga melihat ghirah, motivasi tinggi yang ditunjukkan adik-adik ini sebagai bentuk identitas kader Muhammadiyah yang tangguh. Mudah-mudahan adik-adik ini menjadi tokoh-tokoh bangsa di masa depan dan memiliki rasa taawun yang tinggi karena mereka kesini membawa sembako yang akan diberikan kepada penggembira,” papar Sofyan Anif.
Sembako yang diberikan kepada penggembira berasal dari gotong royong para santri Ponpes DIMSA berupa 1,5 ton semangka, 200 kg gula, 200 liter minyak goreng dan elpiji. Sumbangan sembako dari santri Ponpes DIMSA dikumpulkan bersama bantuan sembako dari PDM Sragen membantu logistik dapur umum muktamar.
“Nanti ada enam dapur umum yang didirikan untuk penggembira di beberapa lokasi. Yang paling dekat dengan Edutorium ada di Balai Desa Gonilan,” tutur Panitia Penerima Muktamar Taufiq Nugroho. (*/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono