Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tim Medis Muktamar Gelar Simulasi Jalur Emergency dan Evakuasi di Stadion Manahan

Damianus Bram • Kamis, 17 November 2022 | 14:00 WIB
SIAP BERTUGAS: Tim medis Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah melakukan gladi terkait jalur emergency dan evakuasi di Stadion Manahan. (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
SIAP BERTUGAS: Tim medis Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah melakukan gladi terkait jalur emergency dan evakuasi di Stadion Manahan. (SEPTINA FADIA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Persiapan menjelang dimulainya Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah Jumat besok terus dimatangkan. Tim medis telah menyiapkan rumah sakit lapangan lengkap dengan mini ICU. Sementara dapur umum juga sudah siap memasak untuk total 20 ribu porsi bagi penggembira muktamar.

Penanggungjawab Tim Medis Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah, Istanto mengatakan, persiapan tim medis muktamar sudah matang. Gladi posko termasuk menentukan jalur emergency dan evakuasi sudah dilakukan Senin lalu.

“Kami juga mendesain sistem emergency kerja sama dengan Muhammadiyah Medical Center (MMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengahm” ujarnya Rabu (16/11).

Termasuk pusat pengendalian operasi (pusdalop) yang bersinergi dengan tim kesehatan muktamar. Pola yang diterapkan dengan model incident command system (ICS).

Saat pembukaan, disiagakan masing-masing 16 pos kesehatan di lantai satu dan dua stadion. Sedangkan di luar venue, ada enam pos kesehatan. Selanjutnya, di beberapa venue muktamar lainnya, yakni di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ada empat pos kesehatan, Auditorium Moh Djazman ada tiga pos kesehatan, dan Gedung Induk Siti Walidah ada dua pos kesehatan.

"Kami juga sediakan dua rumah sakit lapangan. Di halaman Fakultas Hukum UMS dari PKU Muhammadiyah Bantul dan di halaman Fakultas Kedokteran UMS dari MMC PP Muhammadiyah. Lalu di De Tjolomadoe dan Asrama Haji Donohudan masing-masing ada tiga pos kesehatan," sambungnya.

Sebagai rumah sakit rujukan, Istanto menyebut, telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit terdekat dengan venue Muktamar. Sebut saja Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS), RS Ortopedi, RS Yarsis, RSUD Kota Surakarta, RSUD Dr Moewardi, RS Kasih Ibu, RS Brayat Minulya, dan RS DKT Slamet Riyadi.

"Rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terlibat ada 59 dari seluruh Jawa. Masing-masing rumah sakit mengirim satu dokter, dua perawat, satu ambulans, dan driver. Dibantu 250 relawan. Terdiri dari koas dan tenaga kesehatan non-fakultas kedokteran. Dari Universitas Muhammadiyah Semarang, Klaten, Surakarta, ITS PKU Surakarta, dan Universitas Aisyiyah Surakarta," imbuhnya.

Istanto menambahkan, tak hanya rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terlibat, namun panitia juga menggandeng dari eksternal seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta, Sukoharjo, dan Karanganyar untuk mendukung muktamar.

"Tim medis muktamar sudah mulai bertugas sejak kegiatan pendukung pra muktamar. Kami punya dua tugas utama di muktamar ini, yaitu protokol kesehatan (prokes) dan layanan kesehatan. Prokes tetap kami laksanakan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Peserta pakai masker, vaksin booster, dan ada rapid antigen," tandasnya. (aya/bun/dam)

Persiapan Medis Muktamar

Pembukan di Stadion Manahan

Pos Kesehatan Selama Muktamar

Rumah Sakit Lapangan

Rumah Sakit Rujukan

  Editor : Damianus Bram
#Muktamar Muhammadiyah #Muktamar ke-48 Muhammadiyah #Tim Medis Muktamar #Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah #pos kesehatan muktamar