Penanggungjawab Tim Medis Muktamar Ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah, Istanto mengatakan, persiapan tim medis muktamar sudah matang. Gladi posko termasuk menentukan jalur emergency dan evakuasi sudah dilakukan Senin lalu.
“Kami juga mendesain sistem emergency kerja sama dengan Muhammadiyah Medical Center (MMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengahm” ujarnya Rabu (16/11).
Termasuk pusat pengendalian operasi (pusdalop) yang bersinergi dengan tim kesehatan muktamar. Pola yang diterapkan dengan model incident command system (ICS).
Saat pembukaan, disiagakan masing-masing 16 pos kesehatan di lantai satu dan dua stadion. Sedangkan di luar venue, ada enam pos kesehatan. Selanjutnya, di beberapa venue muktamar lainnya, yakni di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ada empat pos kesehatan, Auditorium Moh Djazman ada tiga pos kesehatan, dan Gedung Induk Siti Walidah ada dua pos kesehatan.
"Kami juga sediakan dua rumah sakit lapangan. Di halaman Fakultas Hukum UMS dari PKU Muhammadiyah Bantul dan di halaman Fakultas Kedokteran UMS dari MMC PP Muhammadiyah. Lalu di De Tjolomadoe dan Asrama Haji Donohudan masing-masing ada tiga pos kesehatan," sambungnya.
Sebagai rumah sakit rujukan, Istanto menyebut, telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit terdekat dengan venue Muktamar. Sebut saja Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS), RS Ortopedi, RS Yarsis, RSUD Kota Surakarta, RSUD Dr Moewardi, RS Kasih Ibu, RS Brayat Minulya, dan RS DKT Slamet Riyadi.
"Rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terlibat ada 59 dari seluruh Jawa. Masing-masing rumah sakit mengirim satu dokter, dua perawat, satu ambulans, dan driver. Dibantu 250 relawan. Terdiri dari koas dan tenaga kesehatan non-fakultas kedokteran. Dari Universitas Muhammadiyah Semarang, Klaten, Surakarta, ITS PKU Surakarta, dan Universitas Aisyiyah Surakarta," imbuhnya.
Istanto menambahkan, tak hanya rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terlibat, namun panitia juga menggandeng dari eksternal seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta, Sukoharjo, dan Karanganyar untuk mendukung muktamar.
"Tim medis muktamar sudah mulai bertugas sejak kegiatan pendukung pra muktamar. Kami punya dua tugas utama di muktamar ini, yaitu protokol kesehatan (prokes) dan layanan kesehatan. Prokes tetap kami laksanakan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Peserta pakai masker, vaksin booster, dan ada rapid antigen," tandasnya. (aya/bun/dam)
Persiapan Medis Muktamar
Pembukan di Stadion Manahan
- 16 pos kesehatan di dalam Stadion Manahan
- 6 pos kesehatan di luar venue.
Pos Kesehatan Selama Muktamar
- 4 pos kesehatan di Edutorium UMS
- 3 pos kesehatan di Auditorium Moh Djazman
- 2 pos kesehatan di Gedung Induk Siti Walidah
- 3 pos kesehatan di De Tjolomadoe
- 3 pos kesehatan di Asrama Haji Donohudan
Rumah Sakit Lapangan
- Fakultas Hukum UMS ditangani dari RS PKU Bantul
- Halaman Fakultas Kedokteran UMS dari MMC PP Muhammadiyah
- Fasilitas dilengkapi ICU mini
Rumah Sakit Rujukan
- RS UNS, RS Orthopedi, RS Yarsi, RSUD Kota Surakarta, RSUD Dr Moewardi, RS Kasih Ibu, RS Brayat Minulya dan RS DKT Slamet Riyadi
Editor : Damianus Bram