"Kami akan mengawal pembangunan tol Solo-Jogja ini. Karena termasuk salah satu program prioritas pemerintah. Untuk mengurai kemacetan kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang)," ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima di Solo, Sabtu (26/11).
Aria Bima berharap nantinya Joglosemar akan menjadi episentrum ekonomi. Khususnya untuk pariwisata. Kendati ada industri menengah bawah, yakni sektor kerajinan, justru ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan di dunia pariwisata.
"Targetnya, selama 2023 sampai 2024, tol Solo-Jogja selesai. Kemarin kami audit dari dana pemerintah, dana privat, maupun dari investasi BUMN. Semoga saja sudah tidak mengalami kendala. Pembebasan tanah sudah tidak menjadi masalah. Ada kompromi dengan Hamengku Buwono X, pintu tolnya seperti apa, yang dulu menjadi penghambat, sudah ada kesepakatan," bebernya.
Aria Bima menambahkan, Komisi VI DPR RI telah membuat time line seluruh program prioritas pemerintah. Dalam program interkoneksitas, baik itu trans tol, kereta api, bandara, pelabuhan maupun telekomunikasi. Sudah disusun perancangan hingga masa bakti pemerintahan Presiden Joko Widodo dan anggota Komisi VI DPR RI berakhir.
"Sejauh mana time line itu harus dibuat, sehingga rancangan 2023 itu kami tahu. PT Waskita tinggal punya berapa proyek, Adhi Karya berapa proyek, Pembangunan Perumahan (PP) berapa proyek, Hutama berapa proyek. Nah, salah satunya adalah tol Solo-Jogja," sambungnya. (aya/bun) Editor : Damianus Bram