“Membuat lampion sinterklas ngebut satu setengah bulan. Sebelum Desember harus sudah jadi. Kami tambah pekerja, dulunya enam orang, ini hampir 12 orang di tiga lokasi pembuatan,” ungkap Prasetyanto, perajin lampion untuk acara Natal saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di rumah produksinya di Perumahan Gading Permai, Dusun 1, Grogol, Sukoharjo, belum lama ini.
Ada ornamen bertemakan Natal yang akan terpajang di depan balai kota. Mulai dari rusa, pohon natal, hingga sinterklas yang tengah menunggangi kendaraannya.
Kalau untuk ornamen rusa, Prasetyanto mengakui, butuh waktu empat hari. Sedangkan untuk lampion kecil atau gantung berbentuk bintang dan tongkat permen, satu dua hari sudah kelar. Semua lampion berbahan yang sama. Yakni besi beton acer dan kain payung.
“Untuk pernak-pernik menyesuaikan saja. Contohnya lampion sinterklas, itu pakai kain bulu yang biasa buat boneka,” tambahnya yang mengakui dapat waktu hanya tiga bulan pengerjaan.
Dengan adanya pesanan ini, dipastikan Prasetyanto akan full senyum. Bagaimana tidak, satu lampion kecil dipasang harga Rp 50 ribuan. Sedangkan yang besar berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.
“Harapan saya semoga makin besar (bisnisnya). Kalau kedepannya sukses, kemungkinan tahun depan akan ada lagi. Kemungkinan akan bermodel seperti car free day (lebih panjang),” imbuhnya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram