Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keraton Surakarta Kemasukan Maling, Pelaku Sempat Todongkan Pisau

Syahaamah Fikria • Minggu, 18 Desember 2022 | 06:53 WIB
Ilustrasi halaman Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta. (RADAR SOLO PHOTO)
Ilustrasi halaman Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta. (RADAR SOLO PHOTO)
RADARSOLO.ID - Aksi pencurian terjadi di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta. Kawasan tempat tinggal Paku Buwono (PB) XIII itu dimasuki maling untuk kali kedua dalam dua minggu terakhir. Hingga saat ini pihak keraton belum dapat memastikan kerugian akibat peristiwa tersebut.

Informasi soal aksi pencurian di dalam lingkungan keraton itu diungkapkan salah satu putri PB XIII, GKR Timoer Rumbai. Namun dia tak tahu apa yang sebenarnya menjadi sasaran.

"Saya nggak tahu ada yang hilang atau tidak. Sepertinya dirahasiakan, ditutup-tutupi. Dya minggu yang lalu katanya malah ada empat pencuri, dua masuk, dua nunggu di depan. Saya dengarnya begitu, karena beritanya simpang siur tidak memanggil polisi tidak juga di-screening semua," ungkap Timoer.

Aksi pencurian kali terakhir terjadi pada Sabtu (17/2) sore. Timoer sendiri saat kejadian ada di rumah. Kemudian ada bintara pembina desa (Babinsa) dan pertahanan sipil (hansip) dari kelurahan datang dari Kayonan.

"Saya tahunya itu sekitar 14.30 WIB. Babinsa, intel, dan hansip kelurahan datang," terangnya.

Menurut cerita yang didapatkan dari salah satu hansip kelurahan, Timoer menyebut, pencuri masuk ke tempat tinggal adiknya, Gusti Devi. Namun, hal itu sempat diketahui oleh pembantu Gusti Rumbai, Mbah Atun, yang sedang bersih-bersih di pekarangan depan.

"Malingnya masuk ke tempat tinggal adik saya, Gusti Devi. Lalu pas dia (maling) lewat, pembantu saya lagi mau bersih-bersih halaman depan. Ketahuan ada maling, langsung ditodong pisau," paparnya.

Gusti Timoer mengaku tidak sempat mendengarkan cerita secara detail. Namun setelah ditodong, Mbah Atun bisa terlepas dan pencuri melarikan diri.

"Mbah Atun kemudian lari ke arah rumah PB XIII. Kebetulan di situ ada orang-orang yang membetulkan kamera CCTV. Kemudian dia lapor ada maling dua orang," paparnya.

Setelah mendengar cerita tersebut, Gusti Timoer bersama GKR Wandansari alias Gusti Moeng sempat masuk Keputren untuk mencari informasi kejadian sebenarnya, namun hasilnya nihil.

"Kami cari itu sampai sekarang belum ketemu. Soalnya dari saya tahu, sampai saya bisa masuk sekitar 1 jam. Jadi mungkin sudah lari ke mana nggak tahu," jelasnya.

Gusti Timoer memastikan bahwa di rumah adiknya tersebut tidak ada barang berharga. Hanya peralatan rumah tangga biasa seperti TV dan lainnya. Tidak ada barang pusaka.

"Kalau (aksi pencurian, Red) yang pertama dulu itu kami tidak tahu karena yang disatroni rumahnya Bu Ageng Ndoyo, ibu Gusti Ratu Alit. Dulu yang saya tahu katanya tempat pakaian raja dan segala perhiasan ada di sana," tutupnya. (atn/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#maling #Keraton Solo #Gusti Timoer #pencurian #keraton kasunanan surakarta