Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penarik Becak di Sekitar Benteng Vastenburg Bakal Jadi Pilot Project Becak Wisata di Solo

Damianus Bram • Senin, 19 Desember 2022 | 14:20 WIB
IKON BARU: Becak transportasi tradisional yang sudah tengah mengantar wisatawan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
IKON BARU: Becak transportasi tradisional yang sudah tengah mengantar wisatawan di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufiq Muhamad mengatakan, dishub telah mendata penarik becak di Kota Solo. Ke depan para penarik becak yang biasa mangkal di beberapa titik di Kota Solo itu akan dibagi sesuai area operasional yang berbeda-beda.

Berkaitan dengan upaya ini, dishub telah membina kelompok penarik becak di kawasan Benteng Vastenburg untuk menjadi pilot project becak wisata. Mereka bisa melayani perjalanan wisata dari Benteng Vastenburg ke sejumlah objek wisata sekitar seperti Keraton Kasunanan, Pasar Klewer, Kampung Batik Kauman, Pasar Gede, hingga ke Pura Mangkunegaran.

“Januari ada anggaran untuk pengecatan becak dan bantuan seragam bagi 70 orang penarik becak di kawasan itu. Nanti tarifnya akan diatur dalam regulasi sesuai dengan paket-paket wisata yang sodorkan. Kami sudah penjajakan dengan mempertemukan perwakilan becak di Solo dengan di Malioboro, Jogaja yang sudah lebih dulu menghadirkan konsep becak wisata,” terang dia.

Meski terlihat mudah, dishub perlu melakukan penjajakan terlebih dahulu sebelum konsep ini disodorkan dan diterapkan. Detail aturan main seperti standar operasional prosedure (SOP) hingga kejelasan tarif akan digodok dengan matang. Selain itu perlu juga memberikan sejumlah pelatihan agar mengutamakan keramahan dalam pelayanan serta memiliki kemampuan berinteraksi dengan wisatawan asing.

“Tantangan transportasi di masa depan ini kan efisiensi, efektivitas, serta kepastian tarif. Karena itu becak dijadikan moda transportasi khusus untuk kepariwisataan dengan konsep menjual sensasi menikmati wisata dari atas transportasi tradisional. Saya pikir ini bisa diterapkan di Solo,” ujar dia.

Muaranya jelas untuk mempertahankan keberadaan becak sebagai transportasi tradisional agar terus eksis dan terpelihara, serta memberikan kepastian dari segi pendapatan kepada pengemudi becak sehingga mereka sudah tidak harus lagi bersaing dengan transportasi publik lain. Mungkin ke depan bisa dikuatkan dalam bentu Perwali, tapi kami matangkan dulu konsepnya,” ujar Taufiq. (ves/bun/dam)

Konsep Penataan Becak Wisata

  1. Membuat regulasi sebagai acuan bisa dalam bentuk perwali

  2. Dibagi per wilayah untuk area operasi untuk melayani wisatawan

  3. Dibuatkan kartu keanggotaan dan seragam khusus

  4. Sudah ditentukan tarif sesuai paket wisata agar ada kepastian harga

  5. Becak wisata Benteng Vastenburg bakal menjadi pilot project

  6. Bakal distandarisasi salah satunya penampilan becak agar lebih menarik dan pengayuh becah harus ramah dengan wisatawan.


Pembagian Titik Mangkal

  1. Wilayah Kota di Benteng Vastenburg


Melayani wisata ke Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, Pasar Klewer, Masjid Agung, Pasar Gede, dan Kampung Batik Kauman

  1. Wilayah Timur di Jebres


Melayani Wisatawan TSTJ, Waterpark, Solo Techno Park, Museum Sains dan lainnya

  1. Wilayah Utara Banjarsari


Melayani Wisata Bendung Tirtonadi, Masjid Raya Sheikh Zayed, IKM Mebel Mojosongo dan lainnya

Transportasi Wisata Sudah Berjalan

  1. Kereta Api Uap Jaladara




  1. Bus Wisata Werkudara




  1. Mobil Listrik




  1. Andong


Editor : Damianus Bram
#moda transportasi tradisional #Transportasi Tradisional #becak pariwisata khas Solo #Dishub Kota Surakarta #Becak Transportasi Wisata #Becak di Kota Solo #Becak Wisata