Dia menilai sesuai Perda Nomor 6 tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surakarta, seharusnya selama 5 tahun kepemimpinan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, kawasan Solo Utara menjadi prioritas pembangunan.
Namun hingga saat ini, anggota Komisi III ini belum melihat adanya perubahan berarti di kawasan Solo Utara. "Saya harap, ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah kota. Apalagi sudah tertuang dalam regulasi," jelas Yulianto.
Beberapa catatan yang didapat Yulianto selama reses di kawasan Solo Utara, antara lain masih ada beberapa ruas jalan kampung yang perlu diperbaiki di Mojosongo. Termasuk perlunya pembenahan beberapa saluran drainase. Seperti seperti di pinggir Jalan Sumpah Pemuda, pinggir Jalan Achmadi, dan lokasi lain.
Yulianto juga menyoroti kumuhnya kawasan sekitar Pasar Mojosongo. Menurutnya, dulu ada tempat pertunjukan budaya di bantaran Kali Pepe, tapi sekarang tempat itu dipakai untuk pemukiman dan penjualnya menggelar dagangan di badan jalan tepat di dekat Pasar Mojosongo.
"Sekarang untuk pemukiman dan pedagang jualan di badan jalan. Dulu di pinggir kali ada tempat seni budaya, tapi disalahgunakan untuk permukiman. Orang dari permukiman itu juga jualan di badan jalan depan Pasar Mojosongo, di wilayah RT 01 RW 01," papar politisi asal PDIP Kota Surakarta ini.
Kemudian yang terakhir, ada jembatan yang ambrol di kawasan Jalan Slamet Selatan, RT 02 RW 34, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Dimana jembatan ini merupakan penghubung akses antar RT di kawasan tersebut. Butuh perbaikan segera agar tak jatuh korban. "Kami minta kerusakan jembatan segera diperbaiki," imbuhnya.
Jembatan di Jalan Slamet Selatan merupakan jembatan kampung dengan panjang sekira 2,5 meter dan lebar sekitar dua meter. Sejak ambrol beberapa hari lalu, jembatan di Mojosongo, Solo, tersebut tidak bisa dilalui mobil dan sepeda motor. Hanya pejalan kaki yang bisa lewat di atasnya.
Pemkot Surakarta sejatinya punya rancangan untuk memajukan Solo bagian utara. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo. Proyek ini memasuki tahap kedua yang akan fokus pada pembangunan struktur jembatan mulai dari pondasi hingga pembangunan pilar jembatan. tahap ini berlangsung mulai Agustus hingga Februari 2023. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram