"Berbayar hanya untuk penumpang umum. Kalau pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas tetap gratis. Penumpang pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas bisa tab barcode khusus yang sudah disiapkan, tinggal minta ke driver untuk tap barcode-nya, gratis," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufiq Muhammad, Kamis (22/12).
Untuk penumpang umum, besaran tarif yang dikenakan yakni Rp 3.700 per penumpang dalam sekali perjalanan. Pembayaran dilakukan secara nontunai atau cashless melalui tapping e-money atau melalui QRIS.
"Untuk penumpang umum tarifnya Rp 3.700, pembayarannya pakai e-money atau pakai QRIS. Untuk sementara ini pindah rute atau pindah armada tetap akan dikenakan biaya, tapi kedepan diupayakan hanya sekali bayar," terang Taufiq.
Saat ini Dishub Surakarta terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar penumpang cukup dikenakan satu kali biaya saat menggunakan BST-Feeder. Ini penting dilakukan karena awalnya BST-Feeder memang sengaja diintegrasikan guna memudahkan para pengguna dalam melakukan mobilitas harian dan memilih transportasi publik sebagai sarana perjalanan harian mereka.
"Memang sistemnya belum support, jadi kalau pindah armada sementara ini tetap bayar dulu. Harapannya kedepan, pusat segera bisa menyiapkan sistemnya. Karena sekarang ini sistemnya belum siap ganti rute ya berbayar dulu," papar dia.
Sekadar informasi, subsidi operasional BST-Feeder yang ada di sejumlah kota besar yang telah menerapkan sistem buy the service sejatinya telah dihentikan sejak November 2022 lalu, sehingga mulai menerapkan tarif bagi para penumpangnya dalam dua bulan terakhir ini.
Dalam menyikapi kebijakan ini, Pemkot Surakarta menggelontorkan anggaran Rp 3,3 miliar untuk menutup biaya operasional pada November dan Desember ini. Subsidi Rp 3,3 miliar itu pun akan segera habis pada akhir tahun ini, sehingga per 1 Januari 2023 BST-Feder mulai berbayar untuk penumpang umum.
"Lah emang subsidinya dicabut kok, kan kota-kota lain sudah mulai berbayar sejak dua bulan terakhir. Bedanya dua bulan ini penumpang di Solo kita subsidi selama dua bulan. Nanti ini biar berjalan dulu kita lihat respon warga dulu seperti apa? Sekiranya nanti memberatkan atau mempengaruhi loud faktor-nya dari BST nanti kami carikan solusi," terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram