Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Solo Launching Logo dan Maskot, Branding Kota dengan Bentuk yang Riang

Damianus Bram • Senin, 26 Desember 2022 | 14:30 WIB
GAK SEREM LAGI: Pemenang lomba Logo Canthik Rojomolo karya Bambang Marsantriantoro asal Sleman. (ISTIMEWA)
GAK SEREM LAGI: Pemenang lomba Logo Canthik Rojomolo karya Bambang Marsantriantoro asal Sleman. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.ID – Branding terhadap Kota Bengawan terus dilakukan. Salah satunya dengan di-launching-nya maskot serta logo baru pada slogan Solo The Spirit of Java.

Belum lama ini Pemkot Surakarta juga menggelar dua lomba. Yakni Lomba desain maskot rojomolo, dan juga lomba desain ulang logo Solo The Spirit of Java.

"Seperti Jakarta punya ondel-ondel, kemudian Bali punya leak, kami (Solo) juga punya maskot Rojomolo. Kalau dulu kita lihat ini (bentuk sosoknya) seram, namun dengan perwujudan sekarang dibuat lucu. Ini biar orang senang melihatnya," ujar Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta Siti Khotimah.

Logo Solo Spirit of Java juga ikut berubah. Dan menariknya logo yang terpilih juga terkesan lucu, dan tak terlalu kaku.

“Logo yang baru ini juga bisa dilihat lebih luwes. Mengajak kita yang melihatnya dan terus tersenyum. Semangat untuk kita menyongsong dunia pariwisata tahun depan. Hingga kedepan kita mengajak OPD maupun stekeholder terkait untuk menyematkan maskot dan logo baru ini di tempat mereka," papar Siti.

Anggota tim teknis lomba desain ulang logo Solo The Spirit of Java serta lomba desain Maskot Canthik Rojomolo Irfan Sutikno mengungkapkan semangat mem-branding Kota Bengawan mulai terlihat dilakukan sejak 2006.

"Masyarakat begitu antusias. Tiba-tiba, Solo yang sebelumnya tidak dipandang, Solo yang sebetulnya hanya dianggap sebagai bagian dari Jawa Tengah, tiba-tiba punya posisi di atas. Solo ibarat kembang api. Memancarkan keindahannya," ujarnya.

Kala saat itu, lanjut Irfan, hotel-hotel mulai menjamur di Kota Bengawan. Pembangunan mulai digencarkan. Nilai tanah di Kota Bengawan meningkat selaras dengan jumlah investor yang bertambah.

Irfan menilai bila branding Kota ini tidak sekadar memasang ikon atau maskot di suatu titik. Namun mewujudkan akar Kebudayaan Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga slogan Spirit Of Java ini tidak hanya bentuk visual semata.

"Selama ini yang saya lihat, yang kurang adalah Solo belum punya gapura selamat datang yang menyambut warga luar kota yang akan masuk ke Solo. Kemudian jingle yang Solo banget. Yang nantinya jingle ini bisa diputar di tempat publik, seperti mal, hotel, terminal, stasiun, dan tempat lainnya," pungkas Irfan. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Logo Kota Solo #Maskot Kota Solo #Solo The Spirit of Java #Disbudpar Kota Surakarta