Pertemuan tersebut terjadi di kediaman PB XIII di Sasana Narendra, Selasa (3/01) sekitar pukul 15.30 WIB. Pertemuan setelah 10 tahun itu berlangsung selama 1 jam.
Gusti Moeng ditemani KRAY Herniatie Sriana Munasari bertemu dengan PB XIII bersama istri GKR Pakubuwana dan Putra Mahkota KGPAA Suryo Aryo Mustiko atau KGPAA Purbaya.
Saat dimintai konfirmasi awak media di Kamandungan, Gusti Moeng membenarkan pertemuan tersebut. Menurut Moeng, pertemuan pun berlangsung dengan haru. Bahkan, Sinuhun sempat menitikkan air mata.
"Sinuhun nangis, tak elus-elus aja. Mas, tidak usah berprasangka buruk sama saya," ujarnya.
Gusti Moeng mengaku, saat pertemuan itu dirinya meminta maaf kepada Sinuhun serta melakukan sungkem. Dia juga meminta izin bisa kembali masuk ke dalam Keraton Kasunanan Surakarta untuk bekerja.
"Kalau dianggap salah, saya nyuwun pangapunten. Dan semua ini harus segera disudahi. Yang utama adalah menjalankan keinginan Sinuhun XII (PB XII) supaya keraton bisa lestari," ujarnya.
Gusti Moeng juga mengajak kepada pihak-pihak dalam keraton agar tidak perlu lagi membahas masalah yang sudah terjadi. "Tadi saya ngomong juga, pokonya tidak usah ngomong soal masalah kemarin lagi," ujarnya.
Atas pertemuan itu, lanjut Moeng, juga menjawab harapan semua pihak agar kasus yang terjadi di internal keraton bisa diselesaikan lewat jalur kekeluargaan.
"Harapanya nanti, kalau Pemkot Solo mau memberikan bantuan, bisa dilakukan. Karena kita sejak 5 tahun lalu sudah melakukan kajian, memang insfratruktur keraton perlu dibenahi," ujar Moeng
"Kami siap menjaga bersama agar nanti setelah direvitalisasi, tetap terawat. Karena bagaimana pun, keraton ini milik masyarakat yang harus bisa terus dinikmati keindahannya oleh masyarakat. Sampai anak cucu kita nanti," pungkas Moeng.
Terpisah, perwakilan PB XIII, KP Dani Nur Adiningrat juga membenarkan pertemuan kakak-beradik itu. "Memang Gusti Moeng sowan. Dan yang masuk ke dalam Sasana Narendra cuma lima orang tadi," katanya saat dihubungi.
Dani menambahkan, pertemuan tersebut berjalan lancar dan baik. Namun demikian, dia belum bisa menyampaikan isi dalam pertemuan tersebut.
"Pertemuan berjalan baik, tapi saya belum bisa sampaikan isi pertemuannya," ucap dia.
Apakah pertemuan ini mengisyaratkan perdamaian kedua belah pihak? Dani menuturkan, di dalam keraton ketika semua mengikuti alur, maka tidak akan terjadi ketegangan seperti ini.
"Asalkan menghormati Sinuhun sebagai raja. Jadi keraton itu bukan ormas, ada tatanannya, ketika ada pihak yang mau melakukan sesuatu, harus seizin beliau," ujarnya.
"Kalau Gusti Moeng sudah sowan dengan Sinuhun, ya Alhamdulilah. Untuk bagaimana ke depannya, tentu masih menunggu dawuh Sinuhun seperti apa," pungkas Dani. (atn/ria) Editor : Syahaamah Fikria