"Saat ini kami lakukan pembersihan dan pengecatan ulang dinding Kali Pepe yang akan digunakan untuk area perahu wisata. Termasuk perbaikan dan pengecatan, perahu juga. Kami juga akan dibantu pemerintah untuk membendung aliran sungai, yakni dengan pengerukan sedimen di dasar sungainya," ungkap Ketua Panitia Grebek Sudiro Angga Dwi Setyawan kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (4/1/2023).
Dalam wisata sungai tersebut, nantinya tiga perahu ukuran 6x1,5 meter akan dioperasikan. Perahu ini berkapasitas 7-9 penumpang untuk sekali perjalanan. Tarifnya pun sama dengan harga lama, yakni Rp 10 ribu untuk setiap penumpangnya. Perahu wisata di Kali Pepe itu akan mulai beroperasi sejak pukul 15.00-23.00, setelah nanti bisa beroperasi.
"Wisata perahu ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2015, antusiasnya tinggi saat itu. Kalau cuaca cerah, semalam bisa ada 300-400 penumpang, tapi kalau hujan memang harus dihentikan operasionalnya," terang Angga.
Menghentikan wisata perahu saat hujan memang dilakukan sebagai antisipasi dari kejadian yang tidak diinginkan. Ini juga sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan saat wisata perahu dilakukan, kala aliran kali mulai deras kala hujan tiba.
Saat beroperasi, panitia juga akan melengkapi penumpang dengan pelampung untuk antisipasi. "Antisipasi musim hujan, kami sudah koordinasi agar bisa dibendung airnya. Sehingga bisa stabil dan arusnya tidak terlalu deras, terutama di tengah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kalau hujan deras dihentikan, walau standar keamanan sudah lengkap karena melalui koordinasi dengan pihak BPBD dan BBWSBS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo)," paparnya. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram