Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Adik Wiji Thukul: Mbak Sipon memang Telah Tiada, Upaya Cari Keadilan Kami Lanjutkan

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 7 Januari 2023 | 03:22 WIB
Anak Wiji Thukul, Fajar Merah (dua dari kiri) dan Fitri Nganti Wani (dua dari kanan) berdoa di pusara Sipon, sang ibu yang meninggal dunia, Kamis (5/1/2023) dan dimakamkan Jumat (6/1/2023). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Anak Wiji Thukul, Fajar Merah (dua dari kiri) dan Fitri Nganti Wani (dua dari kanan) berdoa di pusara Sipon, sang ibu yang meninggal dunia, Kamis (5/1/2023) dan dimakamkan Jumat (6/1/2023). (M IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID-Prosesi pemakaman Siti Dyah Sujirah alias Sipon, istri aktivis sekaligus penyair asal Kota Solo Wiji Thukul di TPU Purwoloyo, rampung, Jumat (1/6/2022). Namun, upaya mencari keadilan terkait raibnya para aktivis, di antaranya Wiji Thukul pada 1998 tak pernah terkubur.

Itu ditegaskan Wahyu Suliso, adik kandung Wiji Thukul. "Hampir setengah abad Mbak Sipon menanti pulangnya Mas Wiji Thukul. Sampai akhir hayatnya, Mbak Sipon tidak pernah menyerah memperjuangkan keadilan untuk suaminya," ujarnya

Selain sebagai istri Wiji Thukul, Sipon, lanjut Wahyu, juga merupakan aktivis perempuan yang vokal memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Meskipun Mbak Sipon sudah tidak ada, semangat untuk mencari keadilan, mencari kepastian keberadaan Mas Wiji Thukul dan para aktivis yang hilang lainnya, tetap kami lanjutkan. Wani (Fitri Nganti Wani putri sulung Wiji Thukul) dan Fajar (Fajar Merah anak kedua Wiji Thukul) akan terus menyanyi’ terus berpuisi, melanjutkan apa yang selama ini disuarakan Mbak Sipon,” beber dia.

Sementara itu, di antara ratusan pelayat yang hadir di rumah duka Kampung Kalangan RT 01 RW 14 Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, tampak Sekretaris Umum Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Zaenal Muttaqin.

Menurutnya, Sipon merupakan pendiri IKOHI. “Antara Maret hingga Mei 1998 banyak penculikan. Keluarga korban mengadu ke Munir yang mendirikan komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (Kontras) pada 20 Maret 1998. Setelah itu, dibentuklah IKOHI di Kantor YLBHI Jakarta. Jadi Mbak Sipon itu terlibat dari awal pendirian IKOHI,” papar dia. (ves/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sipon #cari keadilan #istri wiji thukul #penyair #aktivis