Usai berkeliling Pasar Gede, gunungan kue keranjang bersama jodang-jodang berisi makanan ringan dan sayur mayur itu langsung jadi buruan warga yang bertahan selama satu jam di sekirar Tugu Jam Pasar Gede. Tak ayal 4.000 kue keranjang tersebut ludes dalam hitungan menit.
"Ada lebih empat ribu kue keranjang yang kami bagikan dan sebagian ditempelkan di dua jodang utama yaitu miniatur Stadion Manahan dan Gedung Joeang 45," terang Ketua Panitia Grebeg Sudiro Arga Dwi Setyawan di sela kegiatan.
Hanya dalam hitungan menit, 4.000 kue keranjang dan ribuan makanan ringan dan sayur mayur yang diarak dalam karnaval itu sudah berpindah tangah. Masyarakat yang hadir mengaku senang bisa ikut serta dan membawa pulang kue keranjang dan makanan lain yang disiapkan oleh panitia.
"Hari ini dapat lima kue keranjang. Sebetulnya tahun-tahun sebelumnya juga pernah ikut, tapi baru kali ini dapat kue keranjangnya," ujar Tatik Suryani, 40, warga Kelurahan Danukusuman, Serengan, di lokasi acara.
Selain kue keranjang dan makanan yang dibagikan kepada warga, karnaval budaya sore kemarin juga memberikan hiburan menarik. Hadirnya 2.000 peserta kirab dengan kostum unik disertai 56 kesenenian dari dalam maupun luar kota itu membuat warga betah berlama-lama menyaksikan acara hingga selesai.
"Seluruh RW di Kelurahan Sudiroprajan terlibat dengan menunjukkan kekhasannya masing-masing wilayah. Yang terlibat dari berbagai ras, etnis, dan budaya, terutama etnis Tionghoa dan etnis Jawa bersatu padu. Ada juga mahasiswa Papua, Riau, Kalimantan, Sumba yang ikut serta berpartisipasi," tutur Lurah Sudiroprajan Asthywiana S Leo. (ves/bun) Editor : Damianus Bram